Bos BTN: Dana PEN untuk Sektor Perumahan Masih Sangat Kecil

Kompas.com - 23/09/2020, 16:16 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury saat ditemui di Plaza Indonesia, Sabtu (23/11/2019) KOMPAS.com/Rina Ayu LarasatiDirektur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury saat ditemui di Plaza Indonesia, Sabtu (23/11/2019)

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada program pemulihan ekonomi nasional ( PEN) yang senilai Rp 695,2 triliun, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk insentif di sektor perumahan.

Kendati demikian, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury menyatakan, nilai insentif tersebut terbilang masih sangat kecil.

"Secara keseluruhan, jumlah tambahan yang disalurkan ke properti di 2020, dibandingkan keseluruhan upaya untuk tambahan APBN tahun ini dalam anggaran PEN, Rp 1,3 triliun itu merupakan proporsi yang sangat kecil dari dana PEN," ujarnya dalam webinar Iluni UI, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: BTN Yakin Penyaluran Kredit dari Dana PEN Bisa Lampaui Target

Ia menjelaskan, insentif sektor perumahan tersebut diperuntukkan pada KPR skema subsidi selisih bunga (SSB) sebanyak 127.000 uni rumah. Tapi, Pahala berharap nilai insentif ini bisa lebih besar lagi.

Pasalnya, sektor perumahan sangatlah strategis karena memiliki efek domino pada 174 industri lainnya.

Sehingga, diperkirakan bantuan yang diberikan pemerintah pada sektor ini akan berdampak pada sekitar 25juta hingga 30 juta pekerja yang ada di dalamnya.

"Bukan hanya pekerja yang bangun rumahnya saja, tapi juga pekerja di sektor lain, seperti di bahan bangunan," imbuhnya.

Baca juga: Digitalisasi, BTN Percepat Proses Aplikasi KPR Subsidi

Pahala mengatakan, perumahan merupakan salah satu sektor yang tetap mampu tumbuh 2,30 persen pada kuartal II-2020, ketika sebagian besar sektor ekonomi lainnya mengalami terkontraksi akibat dampak buruk pandemi Covid-19.

Menurutnya, kinerja positif ini perlu terus di dorong untuk bisa terjaga pertumbuhannya. Oleh sebab itu, Pahadal berharap, pada alokasi anggaran PEN di tahun 2021 pemerintah bisa lebih meningkatkan insentif pada sektor perumahan.

"Ini diharapkan ini di 2021, alokasi yang bisa diberikan untuk menggerakkan sektor properti ditingkatkan kembali. Dengan adanya stimulus di 2021 yang bisa diberikan, maka tentu perkembangan yang dapat dilihat di sektor properti bisa semakin ditingkatkan lagi," pungkas Pahala.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Whats New
Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Whats New
5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

Earn Smart
Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Spend Smart
Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Whats New
Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Whats New
Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Spend Smart
Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Work Smart
Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Work Smart
MONEY SEPEKAN:  6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

MONEY SEPEKAN: 6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

Whats New
Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Whats New
Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Whats New
Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Whats New
Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X