KILAS

PGN SAKA Percayakan Pengembangkan Lapangan Sedayu kepada SDM Lokal

Kompas.com - 23/09/2020, 17:25 WIB
Progress pembangunan Platform Lapangan Sidayu di Cilegon, WHPC dan WHPD. DOK. Humas PGNProgress pembangunan Platform Lapangan Sidayu di Cilegon, WHPC dan WHPD.

KOMPAS.com – Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) di bidang hulu minyak dan gas (migas) bumi, PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) mengembangkan eksplorasi migas di Lapangan Sidayu, Ujung Pangkah, Jawa Timur.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PGN SAKA, Susmono Soetrisno menyampaikan, pengembangan Lapangan Sidayu menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal terbaik yang dimiliki perusahaan.

"Sesuai persetujuan Plan of Development (POD), pengembangan Lapangan Sidayu terdiri dari pembangunan dua wellhead platforms," kata Susmono Soetrisno seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (23/9/2020).

Dua platform tersebut, yaitu Well-Head Platform C (WHP C) dan Well-Head Platform D (WHP D), production pipeline dan gas lift pipeline.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, PGN SAKA Tetap Jalankan Proyek Sidayu dan West Pangkah

Dalam pengerjaannya, kedua platform Sidayu ini didesain sendiri Tim PGN SAKA, mulai dari desain struktur, platform detail, rekayasa, termasuk fasilitas di dalamnya.

Design tersebut telah disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas produksi di Lapangan Sidayu, sehingga desain ini dinilai paling optimum dan tepat dengan kondisi di lapangan.

"Ini sesuai dengan komitmen efisiensi capital expenditure (capex) atau belanja modal dan operational expenditure (opex) atau belanja operasional serta mempercayakan proyek migas ini ke sumber daya manusia domestik terbaik perusahaan,” ujarnya.

Dia mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk nyata dalam mencari peluang dan menghadapi tantangan di era pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga: Analis: Efisiensi di Proyek Pipa Minyak Rokan Dorong Penguatan Bisnis PGN

Sumbang 7.000 BOPD dan 3,9 MMSCFD

Adapun, Lapangan Sidayu diharapkan mampu menyumbang tambahan produksi minyak sekitar 7.000 barrel of oil per day (BOPD) dan 3,9 million standard cubic feet per day (MMSCFD) gas di Pangkah Production Sharing Contract (PSC).

Rencananya, produksi dari Lapangan Sidayu tersebut akan terhubung dengan fasilitas produksi yang ada melalui pipa bawah laut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Rilis
Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Whats New
Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Whats New
Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Spend Smart
KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

Rilis
Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Whats New
OJK Usul Spin Off Bank Syariah Tak Wajib Dilakukan

OJK Usul Spin Off Bank Syariah Tak Wajib Dilakukan

Whats New
Sri Mulyani: Kita Beruntung Bisa Amankan Vaksin, Banyak Negara yang Kesulitan

Sri Mulyani: Kita Beruntung Bisa Amankan Vaksin, Banyak Negara yang Kesulitan

Whats New
Saat Susi Khawatir 'Keserakahan' Aplikasi Belanja Online Bikin Mati Pedagang Kecil

Saat Susi Khawatir "Keserakahan" Aplikasi Belanja Online Bikin Mati Pedagang Kecil

Whats New
Stok Bawang Menipis, Indonesia Bersiap Impor

Stok Bawang Menipis, Indonesia Bersiap Impor

Whats New
Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani Minta Pemda Tak Hanya Andalkan Pusat

Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani Minta Pemda Tak Hanya Andalkan Pusat

Whats New
Mengintip Tren Membeli Mobil Selama Masa Pandemi

Mengintip Tren Membeli Mobil Selama Masa Pandemi

Whats New
KNKT Berhasil Mengunduh Data dari FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

KNKT Berhasil Mengunduh Data dari FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Rilis
Bank Syariah Indonesia Disebut Bakal Masuk Daftar Top 10 Global Islamic Bank

Bank Syariah Indonesia Disebut Bakal Masuk Daftar Top 10 Global Islamic Bank

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X