KILAS

Jawab Keresahan Petani Purbalingga, Kementan Berupaya Penuhi Stok Pupuk Subsidi

Kompas.com - 23/09/2020, 18:48 WIB
Ilustrasi Pupuk Urea buatan PT Pupuk Kujang di Pabrik Pupuk PT Kujang Cikampek, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOIlustrasi Pupuk Urea buatan PT Pupuk Kujang di Pabrik Pupuk PT Kujang Cikampek, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017).

Sementara itu, pupuk ZA realisasinya 356 ton (77.98 persen), NPK terealisasi 4,644 ton (79.79 persen), dan pupuk organik realisasinya 178 ton (24.61 persen).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan, Kementan selalu berupaya memenuhi kebutuhan petani.

“Kebutuhan petani menjadi perhatian serius buat kami. Hanya saja, dengan kondisi anggaran yang berkurang, pola distribusi pun kami perketat,” ujar Mentan, Rabu (23/9/2020).

Kementan, lanjut Mentan, ingin agar pupuk subsidi yang tersedia bisa didistribusikan agar tepat sasaran, sampai ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan serta bisa berimbas pada peningkatan produksi.

Langkah Kementan atasi kekurangan pupuk

Adapun untuk mengatasi kekurangan pupuk urea, Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy menghimbau petani khususnya di Purbalingga menggunakan pupuk majemuk, seperti Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) yang alokasinya masih tersedia.

Pupuk subsidi ada beberapa jenis, selain Urea, ada SP-36, Amonium Sulfate (ZA), NPK, dan Organik,” kata Sarwo, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Sarwo melanjutkan, jika stok pupuk urea menipis, petani diharapkan dapat memanfaatkan pupuk lain, seperti NPK yang juga mengandung Nitrogen dan jumlah stoknya masih tersedia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan begitu pertanian tidak terganggu, selain itu stok pupuk organik di Kabupaten Purbalingga masih banyak, agar bisa dioptimalkan pemanfaatannya” imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Nilai Tukar Rupiah di Empat Bank Papan Atas Nasional

Intip Nilai Tukar Rupiah di Empat Bank Papan Atas Nasional

Whats New
Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Work Smart
AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

Whats New
Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X