Andalkan Smart Grid, Pemerintah Kejar Target Bauran Energi Terbarukan pada 2025

Kompas.com - 24/09/2020, 17:07 WIB
Menteri ESDM RI Arifin Tasrif saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (15/7/2020). Dok. Humas EBTKEMenteri ESDM RI Arifin Tasrif saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah melakukan pengembangan jaringan listrik pintar atau smart grid. Ini dilakukan sebagai salah satu langkah pemenuhan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen terhadap energi nasional pada 2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pengembangan smart grid juga sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, sebagai salah satu solusi yang bisa diterapkan.

“Pemanfaatan smart grid dapat meningkatkan penetrasi pada pembangkit EBT, terutama Variabel Renewable Energy (VRE) di sistem ketenagalistrikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Penjualan Listrik PLN Diprediksi Negatif hingga Akhir 2020

Selain itu, menurut dia, pemanfaatan smart grid dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keandalan sistem ketenagalistrikan.

Hal tersebut akan mengurangi bahkan mencegah pemadaman (black out) sehingga bisa menghasilkan aksesibilitas yang lebih baik ke jaringan hingga mempercepat proses pemulihan gangguan.

Lebih lanjut, smart grid juga dapat mengurangi susut (losses) pada jaringan distribusi serta dapat digunakan sebagai langkah dalam pengembangan distributed generation.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Manfaat lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan integrasi energi terbarukan dalam skala yang besar dan mampu menurunkan tarif listrik dengan mengendalikan beban puncak listrik,” tuturnya.

Arifin memaparkan, pengembangan tahap pertama smart grid di Pulau Jawa telah dilaksanakan antara lain di Jakarta, yakni Digital Substation Sepatan II, Digital Substation Teluk Naga II, Realibility Efficiency Optimization Center, Platform E-mobility Electric Vehicle Charging Station, dan Advance Metering Infrastructure. Kemudian di Surabaya, yakni Remote Engineering, Monitoring, Diagnostic & Optimization Centre.

Adapun pengembangan smart grid di luar Pulau Jawa telah dilaksanakan di Pulau Selayar, Tahuna, Medang, Semau, Bali Eco Smart Grid-Lora, dan Smart Micro Grid-Sumba Green Island.

"Tentu saja seluruh program ini akan terus berkelanjutan sehingga Indonesia bisa menghasilkan target elektrifikasi yang sempurna, yang dapat dinikmati oleh masyarakat," ucap Arifin.

Sebagai informasi, kehadiran smart grid memungkinkan adanya partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik berbasis sumber energi setempat.

Smart grid merupakan jaringan listrik pintar yang mampu mengintegrasikan aksi-aksi atau kegiatan dari semua pengguna, mulai dari pembangkit sampai ke konsumen dengan tujuan agar efisien, berkelanjutan, ekonomis, dan suplai listrik yang aman.

Baca juga: PLN Kucurkan Stimulus Listrik Rp 1,2 Triliun Per Bulan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.