Bank Mandiri Syariah Siap Salurkan Dana "Titipan" Sri Mulyani

Kompas.com - 25/09/2020, 12:43 WIB
Petugas Bank Mandiri Syariah melayani calon jemaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) di Kantor Cabang Mandiri Syariah Area Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/4/2018). ANTARA/Risky AndriantoPetugas Bank Mandiri Syariah melayani calon jemaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) di Kantor Cabang Mandiri Syariah Area Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Syariah Mandiri menyatakan siap menyalurkan dana yang dititipkan pemerintah untuk disalurkan kepada pelaku usaha dalam bentuk kredit modal kerja.

Adapun penempatan dana ini merupakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lanjutan dari penempatan dana Rp 30 triliun ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Toni EB Subari mengatakan, kesiapan Bank Syariah Mandiri sebagai salah satu dari 3 bank yang ditunjuk merupakan caranya membantu pemerintah untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi.

Baca juga: Erick Thohir Mau Gabungkan Bank Syariah, Ini Respon Bos BSM

"Alhamdulillah kita sangat mendukung program pemulihan ekonomi nasional. Kemudian penempatan dana pemerintah dengan tingkat bunga BI-7DRR tiga bulan, di angka 3,84 persen minus satu persen, setara 2,84 persen. Itu dana yang cukup murah," kata Toni dalam Workshop virtual Mandiri Syariah, Jumat (25/9/2020).

Toni menuturkan, dana dengan tingkat murah itu sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Di bank syariah kita support untuk pengembamgan UMKM, sehingga dana itu sangat bermanfaat. Kita bisa salurkan karena setiap bulan pun (kami) masih memenuhi (menyalurkan kredit) kebutuhan nasabah yang cukup besar," papar Toni.

Sementara itu, Ekonom Senior Fauzi Ichsan menambahkan, Bank Syariah Mandiri harus bisa melihat secara jeli nasabah yang akan diberikan kredit dari dana pemerintah itu.

Pasalnya di masa pandemi, perbankan syariah tak lepas mengalami risiko kredit/pembiayaan yang tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Penyaluran pembiayaan secara sembarangan berpotensi mengerek NPL berada pada tingkat waspada.

Hingga Juli 2020, NPL bank syariah berada di angka 3,50 persen, lebih tinggi dibanding bank konvensional sebesar 3,17 persen dan perbankan nasional sebesar 3,33 persen.

Baca juga: Hingga Agustus 2020, Bank Syariah Mandiri Catat Laba Rp 957 Miliar

"Waktu menyalurkan pembiayaan, bank menghadapi risiko kredit dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Loan at risk yang naik membuat bank BUMN harus jeli (menyalurkan) ke debitur yang bonafit, sehat, dan risiko gagal bayar relatif rendah," pungkasnya.

Informasi saja, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku bakal menempatkan dana pemerintah ke bank-bank syariah.

Sejauh ini, ada 3 bank yang telah ditunjuk sebagai bank penyalur, yakni Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Namun, Bendahara Negara ini belum menjelaskan berapa dana yang akan disalurkan ke 3 bank syariah tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X