Kisah Pemilik Restoran di Batu Berinovasi di Tengah Pandemi

Kompas.com - 25/09/2020, 14:30 WIB
Restoran Warung Wareg menjadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19 karena turunnya penjualan dan omzet secara drastis. Dok. Warung Wareg Restoran Warung Wareg menjadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19 karena turunnya penjualan dan omzet secara drastis.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi langkah awal yang diambil pemerintah, baik pusat dan daerah, saat Covid-19 masuk ke Indonesia. Seiring dengan kebijakan itu, kesadaran masyarakat akan potensi penularan membuat mereka membatasi pergerakan.

Kebijakan itu tentu baik dari segi kesehatan, tapi ternyata berimbas buruk pada perekonomian. Minimnya pergerakan manusia membuat kegiatan ekonomi pun sulit berjalan.

Sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terdampak. Pengusaha restoran yang menjadi bagian dari sektor ini turut merasakan pukulan karena kerugian besar yang dialami.

Baca juga: Tren Belanja Berubah, Inovasi Digital Sangat Penting

Seperti yang dirasakan oleh Dyah Intan, pemilik restoran Warung Wareg yang saat ini memiliki empat cabang berlokasi di Kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur.

Pandemi diakuinya telah membuat masa yang berat hingga langkah merumahkan karyawan sempat diambil.

"Dampak terberat di bulan Maret-Juni saat awal pandemi dan masa PSBB, karena omzet menurun sebesar 90 persen sehingga sebagian karyawan dirumahkan sampai kondisi stabil," ungkapnya kepada Kompas.com Jumat (25/9/2020).

Pemerintah Kota Malang bersama Kota Batu sempat menerapkan kebijakan PSBB pada 17–30 Mei lalu. Ini memang nampak tidak terlalu lama dibandingkan dengan Jakarta yang hingga kini masih terus menerapkan PSBB.

Namun, Malang dan Batu merupakan salah dua kota wisata yang terkenal di Indonesia. Maka PSBB di sejumlah wilayah dan pembatasan gerak yang dilakukan masyarakat sangat berdampak pada kegiatan ekonomi di dua kota wisata tersebut.

Susun Strategi

Tak berpangku tangan melihat kondisi yang ada, Dyah pun mulai menyusun strategi bisnis untuk bisa kembali menggaet pembeli dan meningkatkan penjualannya. Beragam promo pun diberikan, terutama saat PSBB di mana restoran dilarang melayani makan di tempat (dine in).

"Sehingga menciptakan berbagai promo untuk menunjang penjualan mode take away, seperti gratis ongkir, diskon besar, bonus, dan lain-lain," ujar Dyah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X