Kompas.com - 25/09/2020, 15:27 WIB
Logo Bank Indonesia (BI). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANLogo Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia meningkat pada kuartal II 2020.

PII Indonesia mencatat kewajiban neto/bersih sebesar 280,8 miliar dollar AS, atau setara dengan 25,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Posisi Investasi Internasional Indonesia (PIII) merupakan statistik yang menunjukkan nilai aset dan kewajiban finansial Indonesia terhadap bukan penduduk dalam suatu titik waktu tertentu.

Aset finansial dapat berupa tagihan kepada bukan penduduk atau emas yang dimiliki sebagai bagian dari cadangan devisa.

Baca juga: Masih Naik, Utang Luar Negeri RI Rp 6.063 Triliun pada Juli 2020

Direktur eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) mengatakan, posisi ini meningkat dibanding dengan kewajiban neto pada akhir kuartal I 2020, sebesar 256,6 miliar dollar AS atau 22,8 persen dari PDB.

"Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," kata Onny dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Onny bilang, peningkatan posisi KFLN Indonesia didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio dan investasi langsung ke pasar keuangan domestik.

Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal II 2020 ini meningkat 6,3 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) dari 620,7 miliar dollar AS menjadi 659,6 miliar dollar AS.

Onny menyebut, peningkatan kewajiban tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan posisi kepemilikan asing pada instrumen surat utang pemerintah dan sektor swasta, serta peningkatan transaksi modal ekuitas dari afiliasi.

Baca juga: Januari 2020, Utang Luar Negeri Indonesia Capai 410,8 Miliar Dollar AS

"Faktor perubahan lainnya adalah revaluasi positif atas nilai aset finansial domestik berdenominasi rupiah yang mendorong kenaikan posisi KFLN, seiring dengan perbaikan IHSG dan penguatan rupiah terhadap dollar AS," papar Onny.

Sementara itu, posisi AFLN meningkat terutama didoronh oleh transaksi aset dalam bentuk cadangan devisa. Posisi AFLN pada kuartal II 2020 tumbuh 4 persen (qtq) dari 364,1 miliar Dollar AS menjadi 378,8 miliar dollar AS.

"Selain karena faktor transaksi, posisi AFLN yang meningkat juga dipengaruhi oleh faktor revaluasi positif akibat peningkatan rerata indeks saham negara-negara penempatan aset yang disertai pelemahan dollar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.