Gapmmi Ungkap Cara Pengusaha Restoran Bertahan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 25/09/2020, 19:00 WIB
Ilustrasi restoran sepi tanpa pengunjung. Dok. Shutterstock/Viktoriya PavliukIlustrasi restoran sepi tanpa pengunjung.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) mengungkapkan, ada beberapa restoran besar menugaskan para karyawannya menjual makanan di pinggir jalan.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan cara itu merupakan salah satu wujud kreativitas para pelaku usaha untuk tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

"Penjualan-penjualan ini kan sebenarnya merupakan kreativitas dari pelakunya untuk survival mode," ujarnya pada saat diskusi webinar yang disiarkan oleh MarkPlus melalui virtual, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: IHSG Melesat 2,13 Persen di Akhir Pekan

Menurut Adhi, semua sektor harus berusaha ekstra keras di tengah pendemi Covid-19. Para pengusaha dituntut untuk berkreativitas agar usahanya bisa bertahan.

Oleh sebab itu kata dia, apapun yang dilakukan para pengusaha baik itu berjualan di pinggir jalan atau di mana pun, adalah upaya yang sah-sah saja.

Bahkan kata Adhi, ada beberapa restoran yang mobil usahanya sampai masuk ke perumahan untuk menjual makanan. Cara ini dinilai bisa menjadi salah satu metode pendekatan diri kepada para konsumennya yang masih takut untuk berpergian ke mal.

"Ada yang sampai masuk ke perumahan. Ini tujuannya menurut saya untuk mendekatkan diri ke konsumen, saya kira enggak ada salahnya untuk survival," ucapnya.

Baca juga: Gappmi Prediksi Industri Makanan dan Minuman bakal Tumbuh 7 Persen di 2021



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X