Indonesia Ekspor Santan Kelapa ke Jerman

Kompas.com - 28/09/2020, 06:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melepas ekspor produk pertanian olahan kelapa di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2020). Dok. Kemenko PerekonomianMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melepas ekspor produk pertanian olahan kelapa di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mengekspor produk pertanian olahan kelapa senilai Rp 2,8 miliar ke India dan Jerman. Ini sekaligus menunjukkan ketahanan komoditi pertanian di tengah pandemi.

Komoditas yang diekspor adalah santan kelapa tujuan Jerman dengan volume 70.000 kilogram senilai Rp 1,6 miliar dan tepung kelapa tujuan India dengan volume 108.000 kilogram senilai Rp 1,2 miliar.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmitadi di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Bintan, Kepulauan Riau pada Sabtu (26/9/2020).

Baca juga: Desember, Pelabuhan Patimban Ditargetkan Bisa Dipakai untuk Ekspor Otomotif

Airlangga mengatakan, ekspor produk olahan kelapa ini diharapkan dapat mendorong para pelaku bisnis di Provinsi Kepulauan Riau untuk bisa meningkatkan ekspor, melakukan perluasan pasar ke luar negeri, dan membantu pemulihan ekonomi nasional.

“Ini adalah produk yang 100 persen dari Indonesia dan membuat nilai tambah kelapa menjadi tinggi. Ini ekspor yang luar biasa dan diharapkan bisa direplikasi di berbagai daerah karena kita adalah Negeri Rayuan Kelapa sehingga wajar Indonesia mengekspor kelapa,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2020).

Menurut dia, produk olahan kelapa Indonesia saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan. Potensi ekspor kelapa pun semakin tinggi di tengah pandemi Covid-19 karena manfaatnya pada kesehatan.

Airlangga mengatakan, minyak kelapa memiliki manfaat kesehatan yakni meningkatkan imunitas tubuh, yaitu dari VCO (Virgin Coconut Oil).

Ia pun mengapresiasi PT Bionesia Organic Foods, eksportir produk kelapa olahan ke Jerman, serta para eksportir lainnya yang tetap mampu mendorong ekspor di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Kita tentu mengapresiasi PT Bionesia Organic Foods yang ditargetkan akan mengekspor dari awalnya 10 juta dollar AS menjadi 20 juta dollar AS dengan investasi 25 juta dollar AS, dan tentu ini mempekerjakan banyak tenaga kerja," kata Airlangga.

Sementara itu, Syahrul mengatakan, Kementan memiliki program strategis Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang diharapkan sektor pertanian bisa menjadi penopang kemajuan ekonomi. Ia mengatakan, sebanyak 544 kabupaten/kota sudah teridentifikasi memiliki potensi untuk ekspor.

"Dalam lima tahun ke depan, secara terukur kita harapkan peningkatan ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat itu bisa kita capai,” kata Syahrul.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Corona, PT Semen Padang Ekspor 25.000 Ton ke Australia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X