Literasi Keuangan Penting Saat Memulai Usaha, Ini Alasannya

Kompas.com - 28/09/2020, 13:53 WIB
Ilustrasi kopi. shutterstock.com/alpha7dIlustrasi kopi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, banyak generasi milenial yang memutuskan untuk membuka usaha sendiri setelah lulus kuliah.

Apalagi, kemajuan teknologi turut memudahkan generasi milenial untuk melakukan berbagai hal, termasuk memulai usaha sendiri.

Namun demikian, seringkali usaha-usaha baru yang dibangun ini kemudian gagal dalam waktu singkat dikarenakan tingkat literasi keuangan yang masih minim.

 

Baca juga: Butuh Tambahan Modal Usaha Tapi Tak Mau Utang? Pakai Cara Ini

Tingkat literasi keuangan yang minim selain bisa menyebabkan perhitungan bisnis yang kurang baik, juga berdampak buruk pada kondisi keuangan pribadi.

Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan wawasan yang bisa meningkatkan kualitas pengambilan keputusan yang berhubungan dengan aspek keuangan..

Dalam SNLIK (Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan) 2019 yang dilakukan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) disebutkan, masyarakat Indonesia pada umumnya belum sepenuhnya mengerti bagaimana cara meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Pun menurut data OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesi baru mencapai 38,03 persen.

Baca juga: Punya Pekerjaan Tetap dan Usaha Sampingan? Ini Cara Menyeimbangkannya

Literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang, terutama bagi yang ingin memulai bisnis sendiri dan juga terhindar dari masalah keuangan.

Hal ini diungkapkan oleh Ali Harahap, pengusaha muda pendiri Masalalu Cafe.

“Untuk menjalankan bisnis sendiri, baik kecil maupun besar pastinya membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik agar dapat tercipta bisnis yang berkelanjutan,” ujar Ali dalam Webinar Memulai Bisnis di Masa Pandemi yang digelar Akulaku Finance Indonesia dan Universitas Tarumanagara, akhir pekan lalu.

 

Ali menjelaskan, untuk meningkatkan keberhasilan usaha, pengusaha harus mengembangkan mental dan kemampuan pribadi, selain itu tentu harus juga diiringi dengan perencanaan keuangan yang matang.

“Di awal membangun usaha kan sudah bentuk tim. Disitu kita harus sudah mikir untuk bisa membayar gaji karyawan. Di situlah pentingnya financial planning untuk jaga cash flow. Selama dua tahun aku push diri sendiri untuk kerja lebih keras buat dapat untung supaya bisa bayar gaji karyawan,” ujarnya.

Menurut Ali, akan sangat berbahaya bagi pemilik usaha jika tidak pandai mengatur keuangan. Terlebih lagi jika menggabungkan pendapatan pribadi dan bisnis.

Baca juga: Milenial Mau Buka Usaha, Sandiaga Uno: Hindari Pinjol Abal-abal

Sementara itu, Corporate Secretary Akulaku Finance Indonesia Wildan Kesuma mengatakan, dengan memiliki pemahaman literasi keuangan yang baik maka kita bisa terhindar dari hal-hal yang merugikan.

“Pengertian dari literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku individu untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Aspek ini yang harus kita tingkatkan sebelum mulai mengambil keputusan yang bisa memengaruhi kondisi keuangan,” ucal Wildan.

Ia menyebut, pihaknya melihat literasi keuangan adalah pemahaman yang sangat penting dan harus dimiliki oleh masyarakat.

"Kalau kita memiliki literasi keuangan yang baik seharusnya kita bisa mengetahui cara agar terhindar dari berbagai tawaran investasi yang fiktif,” ujar Wildan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X