Menteri ESDM Soroti Mitigasi Emisi Karbon Negara G20

Kompas.com - 28/09/2020, 19:15 WIB
Menteri ESDM RI Arifin Tasrif saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (15/7/2020). Dok. Humas EBTKEMenteri ESDM RI Arifin Tasrif saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arifin Tasrif menyoroti pola mitigasi emisi karbon oleh kelompok negara 20 perekonomian terbesar ( G20) terhadap perubahan iklim yang diakibatkan oleh gas rumah kaca.

Menurutnya, pemilihan teknologi dan opsi sumber energi harus disesuaikan dengan masing-masing negara, guna meminimalisir emisi karbon.

"Kami tegaskan lagi, penting menggunakan berbagai macam sumber energi dan kemungkinan teknologi dalam penerapan Circular Carbon Economy (CCE) Platform, termasuk sampah, gas, dan panas bumi," katanya, dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Dongkrak Produksi Migas RI, Ini Jurus Menteri ESDM

Salah satu implementasi teknologi yang dinilai mampu mengurangi pemanasan global adalah Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).

“Kami mengundang negara-negara anggota G20 jika berminat melakukan kajian baik teknis maupun non-teknis CCS atau CCUS pada proyek pembangunan (energi) di Indonesia," ujar Arifin.

Selain itu, Arifin mengajak negara G20 untuk menjaga stabilitas dan ketahanan energi di tengah tantangan perekonomian global dan situasi pandemi virus Covid-19.

"Covid-19 telah menciptakan krisis ekonomi dan menurunkan permintaan energi. Sebaiknya, semua (anggota) G20 bahu membahu memastikan stabilitas pasar energi dan menjaga keterjangkuan (pasokan). Indonesia mengutamakan betul hal ini," katanya.

Baca juga: Menteri ESDM Nyatakan Indonesia Siap Mendukung Low Carbon Bioeconomy

Langkah konkrit yang ditempuh pemerintah Indonesia dengan memperkuat kolaborasi data bersama di sektor energi yang lebih luas dan transparan melalui platform yang telah ada yaitu Joint Organisations Data Initiative (JODI).

“Kolaborasi (data) ini akan meningkatkan kualitas dan keterbukaan data dan informasi. Ini dipastikan menggairahkan investasi energi," tutur Arifin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X