BPS: Orang Kian Sering ke Luar Rumah Sejak Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru

Kompas.com - 28/09/2020, 19:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 menunjukkan, masyarakat menjadi lebih sering keluar rumah ketika kebijakan adaptasi kebiasaan baru atau new normal diterapkan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sebanyak 24,63 prsen orang menyatakan lebih sering ke luar rumah ketika adaptasi kebiasaan baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20,08 persen keluar rumah untuk kepentingan pekerjaan, 1,47 persen untuk kebutuhan sosial, dan sebesar 3,07 persen untuk mengisi waktu luang atau leisure.

"Frekuensi keluar rumah sesudah adaptasi kebiasaan baru sebesar 25 persen menyatakan lebih sering keluar rumah, ini bisa dipahami karena mereka keluar rumah untuk melakukan pekerjaan," jelas Suhariyanto dalam keterangan pers secara daring di laman Youtube BNPB, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Survei: Hanya 7 Persen Masyarakat yang Pendapatannya Naik di Era New Normal

Dia menjelaskan, perbandingan frekuensi keluar rumah antara laki-laki dan perempuan, persentasenya hampir sama.

Untuk laki-laki, sebanyak 24,63 persen dengan 20,08 persen di antaranya keluar rumah untuk kepentingan pekerjaan sementara perempuan sebesar 22,01 persen responden menyatakan lebih sering keluar rumah dengan 16,9 persen di antaranya juga dengan alasan pekerjaan.

"Sementara jika digandeng berdasarkan umur, yang sudah berumur cenderung jarang keluar rumah, mungkin karena aktivitasnya sudah berkurang ayau karena memang menyadari usianya rentan," jelas Suhariyanto.

Lebih rinci, untuk responden di kisaran usia 45 hingga 60 tahun, yang menyatakan lebih sering keluar rumah ketika adaptasi kebiasaan baru sebesar 20,03 persen sementara 45,97 persen mengaku lebih jarang keluar rumah.

Baca juga: Jadwal KRL Saat PSBB, Kereta Terakhir dari Jakarta Pukul 19.00 WIB

 

Untuk usia lebih dari 61 tahun hanya 9,78 persen yang mengaku lebih sering keluar rumah selama adaptasi kebiasaan baru, dan lebih dari setengahnya, yakni 52,86 persen mengaku lebih jarang keluar rumah.

Sementara untuk masyarakat dengan usia 17 hingga 30 tahun sebanyak 25,05 persen lebih sering keluar rumah, sementara 42,26 persen mengaku lebih jarang.

"Dengan jumlah masyarakat yang lebih banyak beraktivitas dalam adaptasi kebiasaan baru harus dimonitor bagaimana mereka ke kantor, memakai kendaraan pribadi atau umum, serta apa yang terjadi di kendaraan," jelas dia.

Sebagai informasi, survei BPS melibatkan 90.967 responden yang dilakukan 7 hingga 14 September 2020. Sebanyak 55 persen responden adalah wanita dan 45 persen laki-laki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Jokowi Mau Suntik Proyek Kereta Cepat Pakai APBN Rp 3,2 Triliun

Lagi, Jokowi Mau Suntik Proyek Kereta Cepat Pakai APBN Rp 3,2 Triliun

Whats New
BPOM: Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong Beda dengan di RI

BPOM: Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong Beda dengan di RI

Whats New
RANS Entertainment Buka Lowongan Lowongan Kerja, Simak Posisi yang Dibutuhkan

RANS Entertainment Buka Lowongan Lowongan Kerja, Simak Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Terkoreksi 0,5 Persen, IHSG Sesi I Ditutup pada Level 7.001,25

Terkoreksi 0,5 Persen, IHSG Sesi I Ditutup pada Level 7.001,25

Whats New
Duduk Perkara Penarikan Produk Mie Sedaap Rasa Ayam Pedas Korean Spicy Chicken di Hong Kong

Duduk Perkara Penarikan Produk Mie Sedaap Rasa Ayam Pedas Korean Spicy Chicken di Hong Kong

Whats New
Ada Ancaman Resesi Global, UOB Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Positif 5,4 Persen di Kuartal III-2022

Ada Ancaman Resesi Global, UOB Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Positif 5,4 Persen di Kuartal III-2022

Whats New
Disalurkan ke 1,5 Juta Pekerja Pekan Depan, Begini Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 via Kemnaker.go.id

Disalurkan ke 1,5 Juta Pekerja Pekan Depan, Begini Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 via Kemnaker.go.id

Whats New
PT Pama Buka 7 Lowongan Kerja hingga 9 Oktober, Klik recruitment.pamapersada.com

PT Pama Buka 7 Lowongan Kerja hingga 9 Oktober, Klik recruitment.pamapersada.com

Whats New
Mengenal Paspor Elektronik, Syarat, Cara Membuat, hingga Biayanya

Mengenal Paspor Elektronik, Syarat, Cara Membuat, hingga Biayanya

Whats New
Indeks Dollar AS Kembali Turun, Nilai Tukar Rupiah Pagi Hari Ini Menguat

Indeks Dollar AS Kembali Turun, Nilai Tukar Rupiah Pagi Hari Ini Menguat

Whats New
BERITA FOTO: Bayang-bayang Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023

BERITA FOTO: Bayang-bayang Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023

Whats New
Unit Usaha Merugi, SoftBank Berencana PHK 30 Persen Karyawan Vision Fund

Unit Usaha Merugi, SoftBank Berencana PHK 30 Persen Karyawan Vision Fund

Whats New
Pendaftaran PPG Prajabatan Gelombang 2 Ditutup Hari Ini, Klik ppg.kemdikbud.go.id

Pendaftaran PPG Prajabatan Gelombang 2 Ditutup Hari Ini, Klik ppg.kemdikbud.go.id

Whats New
Soal BSI Jadi BUMN, Stafsus Erick Thohir Klarifikasi: Prosesnya Masih Panjang

Soal BSI Jadi BUMN, Stafsus Erick Thohir Klarifikasi: Prosesnya Masih Panjang

Whats New
Begini Hitungan Tarif Jika Pakai Kompor Listrik Vs Kompor Gas Elpiji, Lebih Hemat atau Tidak?

Begini Hitungan Tarif Jika Pakai Kompor Listrik Vs Kompor Gas Elpiji, Lebih Hemat atau Tidak?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.