BPS: Orang Kian Sering ke Luar Rumah Sejak Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru

Kompas.com - 28/09/2020, 19:22 WIB
Penumpang meggunakan masker saat menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang meggunakan masker saat menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Hasil survei Badan Pusat Statistik ( BPS) mengenai Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 menunjukkan, masyarakat menjadi lebih sering keluar rumah ketika kebijakan adaptasi kebiasaan baru atau new normal diterapkan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sebanyak 24,63 prsen orang menyatakan lebih sering ke luar rumah ketika adaptasi kebiasaan baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20,08 persen keluar rumah untuk kepentingan pekerjaan, 1,47 persen untuk kebutuhan sosial, dan sebesar 3,07 persen untuk mengisi waktu luang atau leisure.

"Frekuensi keluar rumah sesudah adaptasi kebiasaan baru sebesar 25 persen menyatakan lebih sering keluar rumah, ini bisa dipahami karena mereka keluar rumah untuk melakukan pekerjaan," jelas Suhariyanto dalam keterangan pers secara daring di laman Youtube BNPB, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Survei: Hanya 7 Persen Masyarakat yang Pendapatannya Naik di Era New Normal

Dia menjelaskan, perbandingan frekuensi keluar rumah antara laki-laki dan perempuan, persentasenya hampir sama.

Untuk laki-laki, sebanyak 24,63 persen dengan 20,08 persen di antaranya keluar rumah untuk kepentingan pekerjaan sementara perempuan sebesar 22,01 persen responden menyatakan lebih sering keluar rumah dengan 16,9 persen di antaranya juga dengan alasan pekerjaan.

"Sementara jika digandeng berdasarkan umur, yang sudah berumur cenderung jarang keluar rumah, mungkin karena aktivitasnya sudah berkurang ayau karena memang menyadari usianya rentan," jelas Suhariyanto.

Lebih rinci, untuk responden di kisaran usia 45 hingga 60 tahun, yang menyatakan lebih sering keluar rumah ketika adaptasi kebiasaan baru sebesar 20,03 persen sementara 45,97 persen mengaku lebih jarang keluar rumah.

Baca juga: Jadwal KRL Saat PSBB, Kereta Terakhir dari Jakarta Pukul 19.00 WIB

 

Untuk usia lebih dari 61 tahun hanya 9,78 persen yang mengaku lebih sering keluar rumah selama adaptasi kebiasaan baru, dan lebih dari setengahnya, yakni 52,86 persen mengaku lebih jarang keluar rumah.

Sementara untuk masyarakat dengan usia 17 hingga 30 tahun sebanyak 25,05 persen lebih sering keluar rumah, sementara 42,26 persen mengaku lebih jarang.

"Dengan jumlah masyarakat yang lebih banyak beraktivitas dalam adaptasi kebiasaan baru harus dimonitor bagaimana mereka ke kantor, memakai kendaraan pribadi atau umum, serta apa yang terjadi di kendaraan," jelas dia.

Sebagai informasi, survei BPS melibatkan 90.967 responden yang dilakukan 7 hingga 14 September 2020. Sebanyak 55 persen responden adalah wanita dan 45 persen laki-laki.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X