Big Hit Enterteinment Melantai di Bursa Saham Bikin BTS Jadi Miliuner, Produser Masuk Klub Triliuner

Kompas.com - 29/09/2020, 08:40 WIB
Para member BTS (dari kiri) RM, Suga, V, Jimin, Jin, Jungkook, dan J-Hope Big Hit EntertainmentPara member BTS (dari kiri) RM, Suga, V, Jimin, Jin, Jungkook, dan J-Hope

SEOUL, KOMPAS.com - Seluruh member boy band asal Korea Selatan telah menjadi miliuner setelah label mereka Big Hit Entertainment melantai di pasar saham Negeri Ginseng.

Big Hit mencetak rekor pencatatan saham terbesar di Korea Selatan dalam tiga tahun terakhir.

Dikutip dari CNN, Selasa (29/9/2020), Big Hit menerbitkan saham mereka dengan harga 135.000 won per lembar saham, atau sekitar Rp 1,72 juta.

Dalam keterangan tertulisnya Big Hit mengatakan, dalam penawaran saham perdana (initial publik offering/IPO) perusahaan berhasil meraup dana sebesar 962,55 juta won, dan membuat valuasi perusahaan menjadi di kisaran 4,8 triliun won atau sekitar Rp 610,9 triliun.

Baca juga: Simak 4 Tips Investasi Saham di Tengah Ancaman Resesi

Hal itu membuat pencatatan saham Big Hit sabagai salah satu yang terbesar sejak Juli 2017.

CEO Big Hit Bang Si-Hyuk merupakan produser musik kawakan yang membentuk BTS dan mendorong mereka untuk terkenal sejak 2013 lalu. Dokumen pencatatan saham menunjukkan, Bang memiliki 43 persen dari keseluruhan saham Big Hit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan IPO tersebut, Bang pun kini tercatat sebagai salah satu orang yang memiliki kekayaan triliunan rupiah di Korea Selatan.

Pada Agustus lalu, Bang pun memberikan setiap member BTS saham sebanyak 68.385 lembar setiap orangnya. Dengan nilai saham yang berlaku saat ini, maka masing-masing member BTS kini memegang saham Big Hit senilai 7,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 117,7 miliar. Adapun saham Big Hit mulai diperdagangkan pada 15 Oktober mendatang.

Kesuksesan BTS telah membantu Big Hit mencatatkan kinerja cemerlang dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, Big Hit tercatat mencetak pendapatan sekitar 500 juta dollar AS, serta mencetak laba operasional sebesar 84 juta dollar AS.

Namun demikian, pandemi virus corona (Covid-19) turut mengancam jalannya bisnis perusahaan. Pasalnya, resesi akibat Covid-19 yang terjadi di Korea Selatan dan banyak negara di dunia menyebabkan banyak konser dan pertunjukan dibatalkan. Selain itu, konsumen serta pasar yang disasar oleh perusahaan juga tengah menekan pengeluaran.

Big Hit mencatatkan, pada paruh pertama tahun ini perusahaan mengalami kontraksi pendapatan penjualan sebesar 8 persen lantaran pembatalan konser yang terjadi akibat Covid-19.

Sebesar 97 persen pendapatan Big Hit pun tercatat berasal dari BTS. Kontrak Big Hit bersama dengan BTS berlangsung hingga akhir 2024 mendatang.

Baca juga: Agensi BTS Bakal Melantai di Bursa, Investor Siap-siap Borong Saham



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Whats New
BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

Whats New
IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Whats New
Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Whats New
Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Whats New
Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X