Turun 21 Persen Selama Semester I, Saham Telkom Dinilai Masih Favorit

Kompas.com - 29/09/2020, 10:34 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak orang bergantung pada penggunaan teknologi terutama jaringan telekomunikasi. Hal tersebut harusnya tercermin pada kinerja saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia.

Namun ternyata hal itu tidak terjadi dengan saham Telekomunikasi Indonesia ( TLKM) yang terus menunjukkan tren penurunan.

Melansir RTI, saham TLKM selama satu semester telah turun 21,53 persen. Hal ini Berbeda dengan para pesaingnya PT Indosat Tbk (ISAT) yang selama satu semester melonjak 20,3 persen, demikian juga saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang selama satu semester menguat 11,67 persen.

Baca juga: Dikabarkan Akan Beli Saham Gojek, Ini Penjelasan Telkom

AVP Equity Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, meskipun saham TLKM menunjukkan penurunan, namun fundamental perusahaan telekomunikasi pelat merah ini masih cukup bagus.

“Telkom itu kan pengeraknya Telkomsel yang cenderung premium. Kondisi sekarang, orang cenderung pindah ke XL atau Indosat. Jadi tantangannya tidak serta merta karena penggunanan internet banyak lalu saham Telkom naik,” kata Maxi dalam virtual konferensi, Senin (28/9/2020).

Maxi mengatakan, pengguna internet dari Telkom cukup banyak, hanya saja tantangan perusahaan telekomunikasi saat ini lebih berat dari biasanya. Misalkan saja perusahaan harus mempersiapkan Capex atau anggaran belanja modal yang besar.

Hal ini dilakukan mengingat seluruh perusahaan telekomuniaksi sedang berupaya maksimal menjaring pengguna dengan memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 yang kebanyakan orang bekerja dari rumah, dan membutuhkan akses internet.

“Belanja modal dibutuhkan cukup banyak untuk penetrasi terutama di daerah Timur dan Tengah. Tapi bagaimana pun saham TLKM masih favorit karena fundamentalnya bagus dan cocok untuk dikoleksi jangka menengah – panjang, jadi jangan harapkan harga bisa naik dalam waktu singkat,” jelas dia.

Pada perdagangan kemarin, TLKM turun 1,48 persen ke posis Rp 2.660. Padahal di awal tahun, saham Telkom berada di posisi Rp 3.9100 per lembar. Dengan demikian hingga kemarin TLKM sudah anjlok 31,97 persen.

Baca juga: Telkom Dukung Penuh Pertamina Digitalisasi SPBU di Seluruh Indonesia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X