Wamenkeu Sebut RI Diakui Dunia Internasional soal Pengelolaan APBN

Kompas.com - 29/09/2020, 12:54 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, negara-negara di dunia mengakui Indonesia sangat disiplin dalam melakukan pengelolaan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN).

Ia menjelaskan, Indonesia sangat menjaga defisit APBN untuk berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini terutama setelah diberlakukannya Undang-undang Keuangan Negara tahun 2003.

“Indonesia itu sangat terkenal dalam sejarah sebagai negara yang pengelolaan APBN-nya itu sangat disiplin mengenai defisit. Ini dilakukan sejak dikeluarkannya Undang-undang Keuangan Negara Tahun 2003 dan dunia internasional mengakui Indonesia itu sangat disiplin,” kata Suahasil dalam konferensi virtual, Selasa (29/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir Mau Likuidasi 14 BUMN

Suahasil menyebut, dalam situasi pandemi Covid-19, penerimaan pemerintah cenderung mengalami penurunan. Namun belanja negara mengalami kenaikan. Maka dari itu sangat sulit untuk menjaga defisit berada pada level 3 persen.

“Karena itulah dikeluarkan Perppu 1 tahun 2020 dan yang telah disetujui menjadi undang-undang nomor 2 tahun 2020 yang mengizinkan pemerintah melakukan defisit lebih dari 3 persen sampai dengan Tahun 2022. Jadi Bukannya tidak terbatas tetapi terbatas sampai 2022 untuk menangani pandemi Covid-19 ini,” ujar dia.

Dia menuturkan kondisi pandemi Covid-19 membuat kegiatan ekonominya turun. Ini berarti penerimaan pajaknya untuk negara juga turun. Hal ini akan berdampak kepada APBN dan APBD.

Saat ini, Suhasil menilai anggaran belanja menjadi tulang punggung APBN dan APBD. Oleh karena itu, belanja pemerintah harus dipastikan cukup dan bermanfaat untuk menangani perekonomian.

“Kalau penerimaan APBD itu menurun maka pertanyaannya adalah bisakah kita menurunkan belanja supaya yang namanya budget-nya bisa tetap baik? jawabannya simpel dalam situasi seperti Covid-19 tidak mungkin menurunkan belanja,” ucap dia.

Baca juga: Simak 4 Tips Keuangan Ini, Cocok untuk Hadapi Resesi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X