Pandemi Covid-19, OJK Sumbar Terima 354 Layanan Berbasis Online

Kompas.com - 30/09/2020, 10:11 WIB
Logo OJK KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOLogo OJK

PADANG, KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Sumatera Barat menerapkan sistem layanan berbasis digital.

Sistem layanan yang diluncurkan akhir Juni 2020 itu hingga saat ini telah dimanfaatkan oleh 354 pelaku ekonomi dan masyarakat yang menggunakan layanan digital itu.

"Sejak akhir semester I, kami buka layanan digital yang ternyata mendapat respon positif. Sudah ada 354 pelaku ekonomi dan masyarakat yang memakainya," kata Kepala OJK Sumbar, Misran Pasaribu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Syarat Jadi Negara Maju: Sistem Keuangan Harus Inklusif, OJK Jangan Dilebur

Misran mengatakan layanan berbasis online itu dapat dibuka melalui https://layananonline.ojksumbar.com.

Dalam layanan tersebut, terdapat tiga layanan yang terdiri dari Layanan Si-Malin Kundang, Si-Rohana Kudus dan Si-Siti Nurbaya.

Si-Malin Kundang (Sistem Informasi Permintaan Data SLIK Online Konsumen Industri Jasa Keuangan) yaitu Sistem Informasi Permintaan Data SLIK Online yang diperuntukan pengajuan permohonan informasi debitur (SLIK) secara online.

Menurut Misran, informasi Debitur (IDeb) adalah informasi yang berisikan status pinjaman yang terdapat di seluruh layanan sektor jasa keuangan baik perbankan maupun nonbank.

Baca juga: Diduga Melanggar Kode Etik, 12 Komisioner KPU dan Bawaslu Sumbar Disidang DKPP

Dalam IDeb tercantum status pinjaman debitur apakah tergolong lancar atau tidak, jenis agunan, pemilik agunan dan lainnya yang berkaitan dengan pinjaman yang dimiliki.

Kemudian, Si-Rohana Kudus (Sistem Informasi Permohonan Pihak Utama Industri Jasa Keuangan) yaitu Sistem Informasi Permohonan Pihak Utama Industri Jasa Keuangan.

Si-Rohana Kudus ini diperuntukan bagi Industri Jasa Keuangan khususnya BPR dan BPRS dalam rangka pengajuan permohonan calon Pihak Utama secara online. Pihak Utama dalam hal ini adalah calon Dewan Komisaris dan Direksi BPR.

"Namun demikian layanan ini bersifat terbatas hanya untuk BPR dan BPRS yang berada di wilayah kerja Kantor OJK Sumbar yaitu Provinsi Sumatera Barat," kata Misran.

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 September 2020

Selanjutnya yang ketiga adalah Si-Siti Nurbaya (Sistem Informasi Teknologi Pengaduan Konsumen Berbasis Online dan Terpercaya) yaitu Sistem Informasi Pengaduan Konsumen.

Layanan Si-Siti Nurbaya ini diperuntukan bagi konsumen industri jasa keuangan yang ingin menyampaikan pengaduan secara online.

Dalam layanan ini terdapat persyaratan-persyaratan pengaduan yang dapat ditindaklanjuti oleh OJK baik itu perbankan maupun non bank.

"Jumlah masyarakat yang telah menggunakan layanan Si-Malin Kundang sebanyak 324 orang,  Si-Rohana Kudus 2 BPR dan Si-Siti Nurbaya 28 orang," jelas Misran.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X