Investasi Saham Masih Menarik Saat Resesi? Perhatikan 3 Hal Ini

Kompas.com - 30/09/2020, 15:12 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Bagi investor awam yang tidak tahan volatilitas, ada baiknya untuk tetap bersikap defensif dengan berinvestasi pada reksa dana pasar uang dan SBN.

Sementara bagi investor yang ahli, memiliki cadangan dana cukup penting untuk sewaktu-waktu digunakan dengan selektif membeli saham yang valuasinya murah.

Berbeda dengan sejumlah ekonom yang memproyeksikan pemulihan ekonomi mengikuti pola huruf U, Z, L atau W, Budi meyakini berpola huruf K.

Budi bilang, investor global menyakini profil dunia paska pandemi Covid berubah drastis.

Baca juga: Milenial Bergaji Rp 4 Juta Juga Bisa Investasi, Begini Caranya

Ini terlihat pada saham sektor teknologi informasi dan layanan digital seperti Apple, Amazon, Microsoft, Nvidia, PayPal dan Netflix meroket sebagai pemenang.

Sementara saham perminyakan Exxon Oil, keuangan JP Morgan Chase dan Wells Fargo serta penerbangan Boeing terjerembab sebagai pecundang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Perbedaan kinerja tajam ini mirip seperti huruf K. Hal yang sama bisa terjadi di Indonesia dengan sejumlah keunikan,” jelas dia.

Di sisi lain, saham telekomunikasi nasional ternyata baru dianggap kuat pada digital backbone, dan belum pada layanan digital. Ketika terjadi PSBB lanjutan, lini bisnis utama yang masih ditopang percakapan suara dan pesan singkat mengalami penurunan.

Baca juga: Mahasiswa, Jangan Asal Ikut-ikutan Investasi

Saham sektor konsumsi bisa diuntungkan oleh percepatan pencairan dana bansos.

Saham perbankan diuntungkan setelah mereka menekan bunga deposito dan menempatkan kelebihan likuiditas yang tidak dapat disalurkan sebagai kredit dalam SBN sehingga kepemilikan mereka melebihi investor asing.

Sementara prospek saham CPO ditopang bila perekonomian China terus menunjukkan penguatan.

Budi menilai pelemahan rupiah saat ini berlebihan dan berharap bisa menguat hingga akhir tahun.

Arus masuk modal asing tetap diharapkan mengingat suku bunga di luar negeri saat ini terbilang terendah dalam sejarah sebagai dampak stimulus masif berbagai bank sentral.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X