Kas Negara Diproyeksi Dapat Tambahan Rp 99,7 Triliun dari Lifting Migas

Kompas.com - 30/09/2020, 17:31 WIB
Ilustrasi blok migas iStockphoto/bashtaIlustrasi blok migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas) menyebutkan lifting minyak dan gas bumi (migas) diperkirakan mencapai 99,5 persen dari target APBN-P 2020.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan, proyeksi tersebut terdiri dari lifting minyak sebesar 705.000 barel minyak per hari (BOPD) dan salur gas sebesar 5.506 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dengan proyeksi tersebut, lifting migas akan memberikan kontribusi sebesar 6,74 miliar dollar AS atau setara Rp 99,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per dollar AS) terhadap penerimaan negara.

Baca juga: Ini 6 Strategi Pemerintah Capai Target Lifting Migas Tahun ini

“Atau 115 persen dari target APBN-P 2020 yaitu 5,86 miliar dollar AS dengan asumsi ICP (Indonesian Crude Price) 38 dollar AS per barel”, katanya di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Lebih lanjut, Susana melaporkan, lifting minyak pada Agustus melampaui target yang telah ditetapkan.

“Sedangkan di September ini kami berhasil mempercepat pemeliharaan di EMCL (ExxonMobil Cepu Ltd.) sehingga bisa mendapat tambahan 450.000 BOPD. Sedangkan untuk gas, kami upayakan optimasi penyerapan dari beberapa offtaker senilai 70 MMSCFD sehingga akan mendekati target,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan pemboran juga akan mengalami kenaikan pada Kuartal IV 2020 setelah disepakatinya Heads of Agreement Transisi Wilayah Kerja (WK) Rokan antara SKK Migas dengan PT Chevron Pacific Indonesia.

“Investasi pemboran akan dilaksanakan November 2020 sebagai upaya menahan laju produksi WK Rokan setelah selama 2 tahun tidak dilakukan pemboran,” kata Susana.

Sedangkan beberapa capaian lain, Susana menyebutkan saat ini Reserve Replacement Ratio sudah mencapai 67,6 persen dengan perkiraan di akhir tahun sebesar 129,1 persen atau penambahan cadangan sebesar 952,7 juta barel setara minyak (MMBOE).

“Hal lainnya adalah untuk nilai investasi hulu migas mencapai 6,1 miliar dollar AS dan untuk pengendalian cost recovery saat ini 5,3 miliar dollar AS,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X