2021 Masa Transisi, Meterai Rp 6.000 dan Rp 3.000 Masih Berlaku

Kompas.com - 30/09/2020, 17:43 WIB
Ilustrasi materai Rp 6.000 dok Tribun KaltimIlustrasi materai Rp 6.000

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyebut, meterai Rp 6.000 dan Rp 3.000 masih berlaku tahun depan.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menjelaskan, pada tahun 2021 mendatang otoritas fiskal masih memberlakukan masa transisi untuk menghabiskan stok meterai nominal lama.

Adapun untuk diketahui, per 1 Januari 2021 pemerintah memberlakukan tarif bea meterai tunggal, yakni Rp 10.000.

Baca juga: Sah, Mulai Tahun Depan Tarif Materai Jadi Rp 10.000

"Jadi 2020 masih meggunakan Undang-undang Bea Meterai yang lama, transisi seperti diceritakan sebenarnya untuk menghabiskan stok meterai. Yang belum terpakai, kita beri ruang," jelas Suryo dalam taklimat media secara virtual di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Suryo menjelaskan, tarif yang berlaku saat ini, yakni Rp 3.000 dan Rp 6.000 sudah berusia 20 tahun.

Tarif tersebut sudah mengalami kenaikan enam kali lipat dari tarif awal, yakni Rp 500 dan Rp 1000 sebagaimana yang dibolehkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

Selain mengubah tarif, pemerintah pun menyesuaikan nilai dokumen yang dikenai bea meterai. Yakni dari Rp 250.000 menjadi minimal Rp 5 juta.

Baca juga: Ditjen Pajak: Meterai Digital seperti Bayar Pulsa

Dokumen yang dikenai bea meterai pun tak hanya dokumen fisik namun juga untuk dokumen digital atau elektronik.

"Itu kira-kira urgensi kenapa perlu mengubah Undang-undang Bea Meterai, yang pertama dokumen sudah berubah, termasuk elektronik, kedua tarif bea meterai sudah 20 tahun tidak naik, ini jadi urgensi, dasar alasan pada waktu mengusulkan mengubah bea meterai," jelas Suryo.

Adapun Direktur Peraturan Perpajakan I DJP Arif Yanuar menyebut, masyarakat bisa menggunakan kedua materai yang ada baik Rp 3.000 dan Rp 6.000 di masa transisi pada 2021 mendatang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter Tersedia di Pasar Tradisional?

Kapan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter Tersedia di Pasar Tradisional?

Whats New
Kemenperin: Kebutuhan Gula Nasional Defisit 3,8 Juta Ton, Harus Dipenuhi dengan Impor

Kemenperin: Kebutuhan Gula Nasional Defisit 3,8 Juta Ton, Harus Dipenuhi dengan Impor

Whats New
Bangun Ibu Kota Baru 'Nusantara', Kominfo Siapkan Infrastruktur Telekomunikasi 5G

Bangun Ibu Kota Baru 'Nusantara', Kominfo Siapkan Infrastruktur Telekomunikasi 5G

Whats New
IHSG Ditutup Menguat Kembali ke Atas 6.600, Asing Borong Saham TLKM, ARTO, dan BBCA

IHSG Ditutup Menguat Kembali ke Atas 6.600, Asing Borong Saham TLKM, ARTO, dan BBCA

Whats New
Ramai soal NFT, OJK: Kami Memonitor Saja

Ramai soal NFT, OJK: Kami Memonitor Saja

Whats New
Adukan ke Sini jika Ada Peritel yang Jual Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Adukan ke Sini jika Ada Peritel yang Jual Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Omicron Melonjak, Dua Agenda G20 di Bali Pindah ke Jakarta

Omicron Melonjak, Dua Agenda G20 di Bali Pindah ke Jakarta

Whats New
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

Whats New
Alfamart dan Alfamidi Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Alfamart dan Alfamidi Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Gelar Media Gathering, Enesis Group Beri Apresiasi kepada Rekan Media

Gelar Media Gathering, Enesis Group Beri Apresiasi kepada Rekan Media

Rilis
Cara Daftar Internet Banking BCA lewat ATM dengan Mudah

Cara Daftar Internet Banking BCA lewat ATM dengan Mudah

Whats New
Pemerintah ke Pengemplang BLBI: Semua Tercatat, Semua Akan Dapat Giliran...

Pemerintah ke Pengemplang BLBI: Semua Tercatat, Semua Akan Dapat Giliran...

Whats New
Saham Sektor Kesehatan Dinilai Lebih 'Resilience' Saat Pandemi

Saham Sektor Kesehatan Dinilai Lebih "Resilience" Saat Pandemi

Whats New
Sandiaga Uno Targetkan Devisa Pariwisata 2022 Tembus Rp 24 Triliun

Sandiaga Uno Targetkan Devisa Pariwisata 2022 Tembus Rp 24 Triliun

Whats New
Mahfud MD Ungkap Ada Pengemplang BLBI yang Jadikan Laut sebagai Jaminan Utang

Mahfud MD Ungkap Ada Pengemplang BLBI yang Jadikan Laut sebagai Jaminan Utang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.