Indonesia Kini Punya Panel Surya Terbesar di Asia Tenggara

Kompas.com - 30/09/2020, 18:35 WIB
Ilustrasi panel surya. SHUTTERSTOCK/FOXBATIlustrasi panel surya.

CIKARANG, KOMPAS.com - PT Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia meresmikan operasional panel surya atap berkapasitas 7,13 MegaWatt dan seluas 72.000 meter persegi di pabrik Cikarang Barat. Panel surya ini disebut menjadi yang terbesar di Asia Tenggara atau ASEAN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi pembangunan panel surya yang memakan biaya investasi sebesar Rp 87 miliar itu.

Pasalnya, selain selaras dengan fokus pengembangan energi baru terbarukan, langkah CCA Indonesia juga disebut mampu membantu upaya pemerintah menekan emisi gas rumah kaca.

“Apa yang dilakukan disini, bisa mengurangi emisi gas kaca sebesar 314 juta ton. Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Ibu Allison (Group Managing Director CCA)  tadi mengatakan, ini sama saja dengan menghemat 7.000 kendaraan yang dikendarai sleama 1 tahun,” tuturnya dalam Peresmian Atap Panel Surya Coca-Cola Amatil Indonesia di Cikarang Barat, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Pembahasan RUU Cipta Kerja Rampung, Airlangga: Ditargetkan Masa Sidang Ini Bisa Diselesaikan

Dengan luas sebesar 72.000 meter persegi Airlangga menyebutkan, panel surya yang dimliki CCA Indonesia menjadi yang terbesar di ASEAN.

“Dan nomor 2 di Asia Pasifik, dan nomor 4 di dunia,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Airlangga berharap, pemasangan panel surya dapat dilakukan di pabrik-pabrik CCA lainnya.

“Sehingga tentu kalau bisa dilakukan saya yakin tidak nomor 2 di Asia Pasifik, tapi nomor 1 di Asia Pasifik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul UIum, menginginkan, langkah ini dilakukan oleh pabrik-pabrik lain di wilayahnya.

“Untuk mengurangi polusi udara yang semakin lama semakin kita rasakan,” ucapnya.

Baca juga: Hemat Subsidi Listrik, Pemerintah Akan Pasang Panel Surya untuk Rakyat Kurang Mampu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Whats New
Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Whats New
KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

Whats New
Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Whats New
Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Whats New
Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

BrandzView
Biden Tak Akan 'Lockdown', Wall Street Menghijau

Biden Tak Akan "Lockdown", Wall Street Menghijau

Whats New
Durasi Karantina Diperpanjang, Sandiaga Uno: Pemerintah Utamakan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Durasi Karantina Diperpanjang, Sandiaga Uno: Pemerintah Utamakan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Whats New
Pelita Air Lirik Penerbangan Berjadwal Rute Domestik

Pelita Air Lirik Penerbangan Berjadwal Rute Domestik

Whats New
[POPULER MONEY] Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok | Alasan Pemerintah Tak Berlakukan 'Lockdown'

[POPULER MONEY] Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok | Alasan Pemerintah Tak Berlakukan "Lockdown"

Whats New
Airbus A-400M Atlas atau Hercules C-130 J

Airbus A-400M Atlas atau Hercules C-130 J

Whats New
Luhut Minta Nadiem Masukan Kurikulum Cinta Produk dalam Negeri

Luhut Minta Nadiem Masukan Kurikulum Cinta Produk dalam Negeri

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.