Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bos Lion Air Mau Luncurkan Maskapai Baru di Indonesia

Kompas.com - 01/10/2020, 12:31 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber Bloomberg

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah terpuruknya sektor transportasi udara, Founder Lion Air, Rusdi Kirana, justru berencana meluncurkan maskapai baru di Indonesia.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (1/10/2020), seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, rencana tersebut merupakan proyek yang diusung langsung oleh Rusdi Kirana.

Kabar itu pun semakin mencuat setelah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Budi Prayitno, membenarkan adanya permohonan atas air operator certificate baru.

Baca juga: Bos AirAsia: Semua Tujuan Penerbangan Masih Beroperasi, tetapi...

Namun, Budi masih belum mau mendetail nama pemohon ataupun maskapai yang diajukan.

Pengamat penerbangan asal Malaysia, Shukor Yusof, menilai, rencana tersebut dapat menjadi angin segar bagi Lion Air.

Pasalnya, dengan jumlah armada pesawat yang dimliki, Lion Air Group disebut sebagai salah satu grup maskapai dengan keuntungan lebih besar dibanding pesaingnya di Asia Tenggara.

“Jangan remehkan Rusdi,” katanya, dikutip Kamis.

Sebagai infromasi, industri penerbangan di Indonesia, layaknya di negara lain, mengalami pukulan telak akibat pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2020, jumlah penumpang pesawat domestik mencpai 1,99 juta penumpang.

Meski mengalami kenaikan sebesar 21 persen dibanding Juli lalu, jumlah penumpang domestik pada Agustus 2020 masih turun 98,1 persen dibanding periode yang sama 2019.Bos Lion Air Berencana Meluncurkan Maskapai Baru di Indonesia

Baca juga: PSBB Jakarta Diperketat, Tanggapan Pengusaha hingga Bos Lion Air

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Bloomberg
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com