Sinyal dari China dan Jepang Buat Harga Batu Bara Acuan Naik

Kompas.com - 01/10/2020, 15:34 WIB
Ilustrasi batubara. Shutterstock/Vladyslav TrenikhinIlustrasi batubara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga batu bara acuan (HBA) bulan Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen dibandingkan HBA bulan September 2020. Penguatan ini menjadi kali pertama sejak Maret lalu.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, setelah sempat turun pada September menjadi 49,42 dollar AS per ton, bulan ini HBA ditetapkan sebesar 51,00 dollar AS per ton.

“Sinyalemen positif industri yang mulai bangkit di Tiongkok dan Jepang mengerek kenaikan HBA Oktober 2020. Permintaan batubara dari Tiongkok meningkat karena harga batubara domestik Tiongkok lebih tinggi daripada harga batu bara impor," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: AP I Usul Ada Penerbangan Khusus Turis dari Korea ke Bali

Mulai pulihnya industri baja dan otomotif Jepang ikut meningkatkan permintaan batubara global. Naiknya permintaan batubara di beberapa negara menyebabkan naiknya rata-rata indeks bulanan penyusun HBA, yaitu Indonesia Coal Index (ICI) naik 0,53 persen, Platt's naik 0,12 persen, Globalcoal Newcastle Index (GCNC) naik 6,29 persen, dan Newcastle Export Index (NEX) naik 6,01 persen.

Semenjak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global sepanjang tahun 2020, HBA sempat menguat sebesar 0,28 persen pada angka 67,08 dollar AS per ton di bulan Maret dibanding bulan Februari 66,89 dollar AS per ton.

Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka 65,77 dollar AS per ton di bulan April dan 61,11 dollar AS per ton di bulan Mei.

Baca juga: Survei: Rokok Murah Picu Peningkatan Jumlah Perokok Anak

Selanjutnya di bulan Juni turun ke angka 52,98 dollar AS per ton, Juli 52,16 dollar AS per ton, dan Agustus 50,34 dollar AS per ton.

HBA diperoleh dari rata-rata ICI, NEX, GCNC, dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR.

Nantinya, harga acuan ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batubara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). 

Baca juga: Anjlok 89,22 Persen, Kunjungan Wisman Agustus Cuma 165.000 Orang



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X