Faisal Basri: Masalah Tidak Akan Selesai kalau Pilkada Jalan...

Kompas.com - 01/10/2020, 17:00 WIB
Faisal Basri Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Faisal Basri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengingatkan pemerintah soal risiko ekonomi akibat pelaksaan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya bila masalah Covid-19 tidak ditangani serius, maka sektor ekonomi akan semakin jatuh lebih dalam dari saat ini.

"Bagaimanapun (masalah) tidak akan selesai kalau Pilkada jalan. Ekonomi mau apa lagi? Ya Perppu lagi, Perppu lagi," kata Faisal dalam diskusi online INDEF, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: September 2020, Harga Beras Premium Turun, Beras Medium Naik

Sejumlah pihak memang meminta agar Pilkada 2020 ditunda karena angka kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Pelaksanaan Pilkada dikhawatirkan akan memunculkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.

Faisal menuturkan, masalah saat ini bukan bersumber dari sektor ekonomi, melainkan bersumber dari sisi kesehatan, yakni mengenai pengendalian Covid-19.

Dia menganggap, sektor ekonomi akan kembali pulih jika masalah utamanya bisa diselesaikan. Bukan dengan pilkada, bukan pula mengotak-atik instrumen ekonomi, seperti berencana menerbitkan Perppu sistem keuangan.

"Pengendali kebijakan ekonomi di pemerintahan, rada frustasi mengelola ekonomi. Karena mereka tidak punya kuasa atau kontrol dalam menghadapi Covid-19. Oleh karena itu mereka mencari instrumen lain yang belum ada, untuk mengambil alih segala instrumen yang memungkinkan secara lebih cepat," ujar Faisal.

Baca juga: Sinyal dari China dan Jepang Buat Harga Batu Bara Acuan Naik

Faisal juga menilai, tidak ada masalah koordinasi antara otoritas fiskal dengan otoritas moneter. Begitupun dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menurutnya sebanyak apapun Perppu yang dikeluarkan, tidak akan mampu mengatasi ekonomi jika masalah Covid-19 belum diselesaikan.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah tetap melanjutkan gelaran pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak 2020 di sejumlah daerah di tengah pandemi wabah virus corona atau Covid-19.

Baca juga: AP I Usul Ada Penerbangan Khusus Turis dari Korea ke Bali



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X