Baja Canai Panas Asal Indonesia Bebas Bea Masuk Safeguard ke Thailand

Kompas.com - 01/10/2020, 22:30 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengikuti Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-52 secara virtual di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Biro Humas KemendagMenteri Perdagangan Agus Suparmanto mengikuti Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-52 secara virtual di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Thailand memutuskan menghentikan pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (safeguard) produk baja canai panas.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pihaknya mengapresiasi sikap pemerintah Thailand tersebut. Keputusan ini pun semakin membuka peluang bagi Indonesia untuk mendorong ekspor produk baja canai panas ke Thailand.

"Kami melakukan upaya pengawalan dan pembelaan atas kepentingan Indonesia untuk memastikan Indonesia tetap dikecualikan dari safeguard sejak penyelidikan awal sampai peninjauan ulang (review) pengenaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Penurunan Tarif Listrik Sudah Bisa Dinikmati Pelanggan Prabayar

Keputusan penghentian pengenaan bea masuk safeguard diambil pemerintah Thailand karena industrinya sudah pulih dari kerugian. Tindakan safeguard impor baja canai panas telah diterapkan pemerintah Thailand sejak Desember 2014.

Namun, Indonesia bersama sejumlah negara berkembang lainnya berhasil memperoleh pengecualian. Saat itu, bea masuk safeguard pertama kali ditetapkan sebesar 21,92 persen. Pada 2016 tarif diturunkankan menjadi 21,52 persen.

Kemudian, pada 2017 diturunkan menjadi 21,13 persen. Setelah dilakukan review pertama, pengenaan safeguard diperpanjang dari Juni 2017 hingga 6 Juni 2020.

Sesuai aturan World Trade Organization (WTO), tarif yang dikenakan pada periode perpanjangan harus lebih liberal, yaitu tarif tahun selanjutnya harus lebih kecil dari pengenaan awal. Tarif safeguard pada perpanjangan pertama dimulai dari 21 persen, lalu diturunkan sebesar 0,13 persen setiap tahun berikutnya.

“Pemerintah Indonesia terus mengamati aktivitas pengamanan perdagangan (trade remedy) negara mitra dagang, terutama yang menyangkut komoditas ekspor Indonesia,” kata Agus.

Baca juga: Menaker: Subsidi Gaji Bisa Dongkrak Konsumsi hingga 0,7 Persen

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Didi Sumedi mengatakan, para eksportir baja canai panas Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini.

Jika sebelumnya ada kehati-hatian dalam melakukan ekspor karena adanya ancaman pengenaan safeguard saat dilakukan peninjauan kembali, kini para eksportir berkesempatan meningkatkan ekspor ke Thailand.

"Produk baja canai Indonesia juga memiliki potensi ekspor yang besar karena mampu bersaing secara kualitas dan harga,” kata Didi.

Baca juga: Saat Lima Pesawat Garuda Pakai Masker...

Adapun ekspor baja canai panas meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Ekspor produk baja canai panas Indonesia ke Thailand periode 2016-2019 mengalami peningkatan tren sebesar 18,09 persen.

Sedangkan ekspor baja canai panas Indonesia ke seluruh dunia meningkat sebesar 44 persen pada periode yang sama. Nilai ekspor baja canai panas Indonesia ke dunia pada 2016 tercatat sebesar 184,3 juta dollar AS.

Nilai ekspor baja canai panas tersebut meningkat pada 2017 sebesar 254,5 juta dollar AS, 2018 sebesar 427,4 juta dollar AS, dan 2019 sebesar 526,9 juta dollar AS.

Namun, di tengah pandemi Covid-19, hingga Juli 2020, nilai ekspor baja canai panas tercatat sebesar 300,8 juta dollar AS atau turun 1,6 persen dibandingkan rentang periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Siap-siap, Subsidi Gaji Gelombang 2 Disalurkan Akhir Oktober 2020



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X