KILAS

Bantu Peternak Indramayu Atasi Kemarau, Kementan Bangun Embung

Kompas.com - 02/10/2020, 15:14 WIB
Embung peternakan, di lokasi Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Jumat (31/7/2020). DOK. Humas KementanEmbung peternakan, di lokasi Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Jumat (31/7/2020).

KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, membangun satu unit embung peternakan, di lokasi Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Jumat (31/7/2020).

Berdasarkan monitoring dan evaluasi pada puncak musim kemarau 2020 dan masa pandemi Covid-19, bangunan embung memang mampu menjadi salah satu solusi permasalahan kekurangan air.

Pasalnya, air embung dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi ternak dan tanaman pakan ternak.

Bantuan embung di Indramayu pun mampu menjadi stimulan bagi keberlanjutan usaha ternak sapi Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I. Terbukti, hingga kini jumlah kandang di sana mencapai 25 unit, dan digunakan untuk memelihara 82 ekor sapi potong.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan, Kementan Bangun 2 Embung di Enrekang Sulsel

Adapun jenis sapi potong yang tersedia antara lain peranakan Ongole dari bantuan pemerintah, serta sapi potong dari teknologi inseminasi buatan dalam perkawinan ternak seperti Limousine, Brahman, Angus, dan Simental.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, ada pula satu unit kandang berisi lima ekor domba lokal, yang bersumber dari dana Desa Cangkingan.

Rencananya, ke depannya juga akan dibangun kandang koloni baru berdampingan dengan kawasan kandang sebelumnya.

Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu Dadang Supriatna mengatakan, bantuan embung dari PSP sangat berarti bagi keberlanjutan usaha ternak sapi potong Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I.

Baca juga: Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Kota Batu, Petani Sambut dengan Penuh Antusias

“Harapannya dapat mendukung program swasembada daging pemerintah. Paling tidak berperan serta dalam memenuhi kebutuhan daging sapi Kabupaten Indramayu yang selama ini masih sangat tergantung dengan sapi-sapi Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Dadang, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Senada dengan Dadang, Ketua Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I Charida juga mengucapkan terima kasih atas bantuan embung dari Kementan.

“Kami sangat merasakan manfaat dari bantuan embung berukuran 6 x 50 x 2,5 meter tersebut. Pembangunan kandang semi modern dan kepastian ketersediaan air telah menarik minat anggota kelompok untuk menambah populasinya,” kata Charida.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan embung memang sangat diperlukan bagi subsektor peternakan. Menurutnya, embung peternakan sangat berarti bagi kelangsungan usaha peternakan sapi potong pada musim kemarau.

Baca juga: Bantu Pengairan di Sumba Barat, Mentan Ajak Petani Kelola Sumber Air Melalui Embung

“Kami ingin usaha peternakan bisa terus produksi dalam kondisi apa pun. Kami harap peternak bisa memanfaatkan embung dengan baik, sehingga meningkatkan produksi daging nasional,” kata Syahrul, Jumat (2/10/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya serius dalam menangani persoalan kekeringan melalui penyediaan infrastruktur irigasi pertanian dan peternakan. Infrastuktur yang dimaksud salah satunya adalah embung.

Embung harus bisa meningkatkan produksi pertanian pada semua subsektor, baik itu subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun peternakan," kata Sarwo.

Adapun daerah yang akan mendapat bantuan embung adalah yang menjadi skala prioritas, seperti lokasi rawan bencana kekeringan dan kebanjiran akibat anomali iklim.

Direktur Irigasi Pertanian Rahmanto mengungkapkan pembangunan embung peternakan memang tidak sebanyak bangunan embung pendukung tanaman pangan pada umumnya.

"Hal tersebut karena tim teknis kabupaten masih kesulitan memenuhi kriteria teknis yang dipersyaratkan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.