Kompas.com - 02/10/2020, 18:12 WIB
Ilustrasi rokok elektrik atau vape. SHUTTERSTOCKIlustrasi rokok elektrik atau vape.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan uji standar produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) untuk mendorong daya saing produk tersebut.

“Kami sedang menyiapkan SNI (Standar Nasional Indonesia), yang sedang dibahas,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin Edy Sutopo seperti dilansir dari Antaranews, Jumat (2/10/2020).

Edy mengungkapkan uji standar produk tersebut merujuk pada standar beberapa negara yang sudah lebih dulu melakukannya.

Baca juga: Formula Regulasi Produk Tembakau Alternatif untuk Lindungi Konsumen

“Kalau merujuk beberapa negara adalah terkait kadar CO (karbon monoksida) dan NO (nitrogen monoksida),” katanya.

Dengan adanya standardisasi produk, Kemenperin mendorong industri HPTL dapat berdaya saing. Jika tidak didukung dengan standar, lanjut dia, kualitas produk dari industri HPTL akan kalah bersaing.

“Jadi ini bagaimana instrumen kebijakan agar industri HPTL mampu bersaing dengan produk impor. Lebih bagus lagi kalau kita bisa masuk pasar ekspor,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu menurut Data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) pengguna tembakau alternatif diprediksi naik hingga 2,2 juta konsumen tahun ini.

Baca juga: Cegah Perokok di Bawah Umur, Perlu Ada Aturan Khusus Tembakau Alternatif

Industri tembakau alternatif ini melibatkan 5.000 pengecer, 150 distributor atau importir, 300 produsen liquid, 100 produsen alat dan aksesoris lainnya, serta pengusaha seperti event organizer, media, perlengkapan sebanyak 50 orang. Jumlah tenaga kerja yang terserap sekitar 50.000 orang.

Sebelumnya, Ketua APVI Aryo Andrianto,mengatakan pihaknya terlibat aktif dan sepenuhnya mendukung pembahasan standardisasi produk-produk HPTL.

Sebagai perwakilan pelaku industri, APVI siap mengawal proses penyusunan standar yang sedang berjalan yaitu produk tembakau yang dipanaskan.

"Dengan harapan dapat mempermudah untuk menyusun standardisasi bagi produk HPTL lainnya seperti vape,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.