Trump Positif Covid-19, Bursa Saham AS Rontok

Kompas.com - 03/10/2020, 09:38 WIB
Presiden Donald Trump memberi isyarat saat berbicara selama debat presiden pertama pada hari Selasa, 29 September 2020, di Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio. AP/Julio CortezPresiden Donald Trump memberi isyarat saat berbicara selama debat presiden pertama pada hari Selasa, 29 September 2020, di Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio.

NEW YORK, KOMPAS.com - Indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup anjlok pada Jumat (2/10/2020) waktu setempat setelah muncul kabar Presiden Donald Trump positif Covid-19.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (3/10/2020), investor langsung berada pada mode risk-off menyusul kabar Trump positif corona dan munculnya ketidakpastikan terkait pemilihan presiden (pilpres) di Negeri Paman Sam.

Saham-saham teknologi terpantau melemah paling dalam. Bursa saham pun diwarnai aksi jual secara masif. 

Baca juga: Trump Positif Covid-19, Harga Minyak Turun, Yen dan Dollar AS Melonjak

Indeks Dow Jones Industrial Average dilaporkan anjlok 134,09 poin atau 0,48 persen ke level 27.682,81. Sementara itu, indeks S&P 500 merosot 32,36 poin atau 0,96 persen ke level 3.348,44.

Adapun indeks saham Nasdaq Composite menukik 251,49 poin atau 2,22 persen ke level 11.075,02.

Meski ambrol pada akhir pekan, namun indeks S&P dan Nasdaq menguat 1,5 persen sepanjang pekan ini. Sementara itu, indeks saham Dow Jones menguat 1,9 persen dalam sepekan.

Pada Kamis (1/10/2020), Trump mengunggah pernyataan di akun Twitter pribadinya, mengumumkan dirinya terjangkit virus corona. Trump pun menyatakan akan menjalani karantina.

Baca juga: Donald Trump Positif Covid-19, Imbal hasil Obligasi AS Turun

Kabar bahwa Trump positif Covid-19 menambah ketidakpastian pada pasar saham yang sudah bergejolak.

"(Kabar) ini menambah ketidakpastian terkait hasil pilpres," sebut Roberto Perli, kepala riset kebijakan global di Cornerstone Macro di Washington DC.

Meskipun demikian, merosotnya indeks saham sedikit tertekan setelah Gedung Putih memastikan bahwa Trump tetap dapat beraktivitas. Ia sendiri dilaporkan mengalami gejala ringan.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

Rilis
WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X