Trump Positif Covid-19, Ini Proyeksi IHSG Pekan Depan

Kompas.com - 04/10/2020, 11:00 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak sideways pada pekan depan. Sebelumnya IHSG ditutup pada zona merah pada level 4.926,73 atau turun 0,87 persen. Dalam sepekan, indeks telah turun 0,39 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, sepekan kedepan pasar akan lebih volatile. Hal ini lantaran beberapa sentimen yang mempengaruhi, salah satunya adalah berita Presiden AS Donald Trump yang positif Covid-19.

“IHSG dalam sepekan kami perkirakan cenderung sideways di range yang lebar. Situasi politik AS bisa berubah bila kesehatan Trump memburuk. Popularitas Trump juga menurun karena dianggap terlalu lemah dalam mengatasi pandemi,” kata Hans, Minggu (4/10/2020).

Baca juga: Trump Positif Covid-19, Pasar Akan Fokus pada Stimulus Fiskal AS

Hans mengatakan, ini diyakini akan mempengaruhi peluang Trump untuk kembali di pemilu AS November mendatang. Namun, di sisi lain Trump tidak patah arang dan mungkin akan mengambil lebih banyak langkah keras terhadap China untuk menaikkan popularitas dan mempertahankan dukungan dari para pemilihnya.

“Hal ini meningkatkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan. Pelaku pasar tidak suka dengan hal ketidakpastian dan akan bergerak ke aset safe haven seperti emas, dollar AS dan yen (Jepang),” kata dia.

Pada debat pertama Trump dan calon dari Partai Demokrat Joe Biden diwarnai hujan interupsi. Perdebatan berputar pada permasalahan ekonomi AS, pencalonan Amy Coney Barrett di Mahkamah Agung serta penanganan pandemi Covid-19 di Amerika Serikat.

Sementara itu, peluang sengketa pemilu AS juga masih menjadi sentimen di pasar global. Pada debat tersebut, Trump mengatakan pemungutan suara melalui surat berpeluang terjadi kecurangan, namun pengamat mengatakan tidak ada bukti bahwa hal itu terjadi di Amerika Serikat.

“Hal ini kemudian menimbulkan kekhawatiran tentang periode pasca pemilu,” jelas Hans.

Baca juga: Rincian Harga Emas Batangan Pegadaian di Akhir Pekan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X