Lunasi Polis Nasabah, Ini Skema yang Ditawarkan Bos Jiwasraya

Kompas.com - 05/10/2020, 11:35 WIB
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. ANTARAFOTO/GALIH PRADIPTAWarga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Restrukturisasi polis akan digunakan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk menangani kasus gagal bayar nasabah perseroan.

Restrukturisasi akan dibagi ke dalam dua bentuk, yang disesuaikan terhadap jenis pemegang polis Jiwasraya.

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan, untuk polis tradisional, restrukturisasi yang akan dilakukan adalah penyesuaian terhadap nilai manfaat dan pengembangan.

Baca juga: Nasabah Jiwasraya Respons Penolak PMN: Mereka Tidak Pro Rakyat

Pasalnya, berdasarkan hasil pendalaman konsultan yang digandengnya, pemegang polis dijanjikan hasil pengembangan yang jauh berada di atas rata-rata pasar.

"Karena selama ini setelah dikaji cukup dalam janji pengembangan jauh dari market. Disesuaikan normal market," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (4/10/2020).

Oleh karenanya, Hexana memilih restrukturisasi nilai manfaat untuk pemegang polis tradisional.

"Ada normalisasi, ada penyesuaian manfaat polis," katanya.

Sementara untuk pemegang polis saving plan, selain diberikan restrukturisasi, Hexana juga memberikan opsi pembayaran penuh, namun pelunasannya akan dicicil.

Opsi cicilan tersebut ditawarkan bagi pemegang polis yang bersedia menerima manfaat dalam jangka waktu lebih panjang.

"Saving plan memang akan dicicil," katanya.

Namun, apabila pemegang polis ingin menerima manfaat dalam jangka waktu yang lebih pendek, maka dapat memilih opsi restrukturisasi.

Baca juga: Penanganan Kasus Jiwasraya, Restrukturisasi Lebih Baik dari Likuidasi?

Dengan jangka waktu yang lebih pendek, Jiwasraya akan melakukan penyesuaian terhadap nilai manfaat dan pengembangannya.

"Itu mungkin ada penurnan nilai tunainya. karena normalnya sekian baru cukup dananya, kalau dia lebih pendek maka nilai tunai akan disesuaikan," ucapnya.

Sebagai informasi, setelah direstrukturisasi, polis akan dipindahkan ke perusahaan bentukan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), yaitu Indonesia Financial Group Life (IFG Life).

Baca juga: Soal Suntikan Rp 22 Triliun ke Jiwasraya, Staf Khusus Erick Thohir: Kita Harus Bertanggung Jawab...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X