Dirut Bio Farma Perkirakan Harga Vaksin Covid Rp 200.000 per Dosis

Kompas.com - 05/10/2020, 18:59 WIB
Ilustrasi vaksin corona, uji coba vaksin Oxford, Inggris, kembali dilanjukan setelah sepekan dihentikan karena salah satu relawan sakit. SHUTTERSTOCK/Orpheus FXIlustrasi vaksin corona, uji coba vaksin Oxford, Inggris, kembali dilanjukan setelah sepekan dihentikan karena salah satu relawan sakit.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir memperkirakan harga vaksin untuk penanganan wabah virus corona (Covid-19) berada kisaran Rp 200.000 per dosis. Adapun dosis vaksin yang dibutuhkan mencapai 340 juta.

Honesti mengakui pengadaan vaksin covid memang membutuhkan biaya yang besar. Karena biaya tersebut dimanfaatkan untuk proses pengadaan bahan baku hingga produksi nantinya.

"Pada saat vaksin covid segera diproduksi, memang kita butuh biaya cukup besar. Karena pengadaan vaksin itu, mulai dari pembelian bahan baku sampai produksi itu memang kita membutuhkan asumsi," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI yang ditayangkan secara daring, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Bio Farma Ajukan Proposal Rp 1 Triliun untuk Kembangkan Teknologi Vaksin

"Kalau memang 340 juta dosis untuk dilaksanakan programnya dengan diasumsikan, saya tidak mengatakan harga, katakanlah Rp 200.000 satu dosis, artinya dua dosis Rp 400.000. maka membutuhkan triliunan untuk pengadaan vaksinasi," lanjut Honesti.

Oleh sebab itu, dengan asumsi tersebut, perusahaan holding BUMN Farmasi ini akan berkomunikasi dengan pemerintah. "Ini yang kami lagi koordinasikan dengan pemerintah," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 21,8 triliun untuk proses vaksinasi Covid-19. Anggaran vaksinasi terbagi dua. Pada 2020, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 3,8 triliun. Adapun pada 2021 anggaran yang disiapkan mencapai Rp 18 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada kebutuhan dana vaksin yang sudah disiapkan tahun ini sebesar Rp 3,8 triliun dan APBN 2021 disipakan Rp 18 triliun," kata Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (28/9/2020).

Dia menambahkan, Presiden Jokowi juga akan menerbitkan Perpres sebagai panduan proses vaksinasi di masyarakat. Dengan demikian, proses vaksinasi bisa berjalan sesuai target waktu, lokasi, dan kelompok masyarakat yang lebih dulu divaksinasi.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X