Penguatan Rupiah Tergerus Penolakan UU Cipta Kerja

Kompas.com - 06/10/2020, 16:47 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat pada Selasa (6/10/2020).

Mengutip data Bloomberg, rupiah sore ini ditutup menguat 65 poin atau 0,44 persen pada level Rp 14.735 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.800 per dollar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, meskipun rupiah menguat dibanding penutupan kemarin, namun penguatan rupiah tergerus oleh sentimen penolakan Undang-undang Cipta Kerja oleh buruh.

"Dengan penolakan dari buruh mata uang garuda terkikis penguatannya dari awal perdagangan (pagi tadi) yang menguat di 177 poin berubah drastis di penutupan pasar, (hanya menguat) 65 poin, ini akibat data internal yang kurang mendukung terhadap penguatan rupiah," kata Ibrahim.

Baca juga: Kemenkeu: UU Cipta Kerja Jadi Modal Pemulihan Ekonomi 2021

Sebelumnya, RUU Cipta Kerja sempat terbengkalai berbulan-bulan akibat pandemi Covid-19 yang menyebar sejak awal tahun 2020. Banyak perusahaan mengalami permasalahan keuangan dan gulung tikar.

Maka dari itu, pemerintah dan DPR kembali membuka ruang untuk pembahasan RUU Cipta Kerja. Cenderung instan, Undang-undang Cipta Kerja akhirnya ketok palu mengingat ekonomi global yang kian melambat akibat resesi dan berdampak pada Indonesia.

Namun, UU Cipta Kerja dinilai akan merugukan pekerja karena menghapus beberapa pasal di UU Ketenagakerjaan.

Baca juga: Serikat Pekerja Akan Ajukan Judicial Review UU Cipta Kerja

Disamping itu, pemerintah mengubah dan menghapus sejumlah pasal terkait ketentuan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT) melalui UU Cipta Kerja. Salah satu poin yang menuai kontroversi adalah pemerintah menghilangkan batasan maksimal karyawan kontrak selama 3 tahun dalam Undang-undang tersebut.

Sementara sentimen eksternal cenderung positif, muncul dari pasar AS dimana Presiden AS Donald Trump mulai pulih dari Covid-19 setelah dirawat 3 hari di rumah sakit.

Pasar merespons positif kondisi tersebut. Pasar menilai hal ini merupakan tanda risiko politik mulai surut. Sementara langkah stimulus Covid-19 hingga saat ini masih dalam pembahasan.

Baca juga: Menaker: Sangat Prematur Menyimpulkan UU Cipta Kerja Buat Pekerja Rentan PHK

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X