35 Investor Asing Nyatakan Keresahannya terhadap Pengesahan UU Cipta Kerja

Kompas.com - 06/10/2020, 16:49 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 35 investor global dengan nilai aset kelolaan (asset under management/AUM) sebesar 4,1 triliun dollar AS menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo terkait Undang-Undang Cipta Kerja.

Beleid yang dibuat dengan metode omnibus law tersebut baru saja disahkan oleh parlemen kemarin, Senin (5/10/2020).

Di dalam surat terbuka tersebut dijelaskan, UU Cipta Kerja berisiko merusak kondisi lingkungan, sosial, juga pemerintahan.

Para Investor global tersebut khawatir dengan adanya perubahan kerangka perizinan, berbagai persyaratan pengelolaan lingkungam dan konsultasi publik serta sistem sanksi bakal berdampak buruk terhadap lingkungan, hak asasi manusia, serta ketenagakerjaan.

Baca juga: Kemenkeu: UU Cipta Kerja Jadi Modal Pemulihan Ekonomi 2021

 

Hal itu dinilai dapat menimbulkan ketidakpastian yang signifikan dan bisa memengaruhi daya tarik pasar Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Meskipun kami menyadari perlunya reformasi hukum bisnis di Indonesia, kami memiliki kekhawatiran tentang dampak negatif dari tindakan perlindungan lingkungan tertentu yang dipengaruhi oleh Omnibus Law Cipta Kerja. Kami memiliki kekhawatiran tentang dampak negatif dari langkah-langkah perlindungan lingkungan yang dipengaruhi oleh Omnibus Law UU Cipta Kerja,” kata Peter van der Werf, dari Robeco dikutip dari Reuters (5/10/2020).

Reuters memberitakan, 35 investor yang menuliskan surat terbuka di antaranya adalah Aviva Investor, Legal & General Investment Management, Chruc of England Pensions Board, Robevo, dan Sumitomo Mitsui Trust Assets Management.

Omnibus Law UU Cipta Kerja dikhawatirkan dapat menghambat upaya perlindungan terhadap hutan Indonesia.

Dampak jangka panjangnya, dunia akan semakin kesulitan menghambat terjadinya kepunahan aneka ragam hayati dan memperlambat perubahan iklim yang kini menjadi masalah bersama penduduk Bumi.

Meski UU disahkan untuk meningkatkan investasi asing di Indonesia, namun UU ini dianggap memiliki risiko bertentangan dengan standar praktik internasional yang bertujuan mencegah bahaya yang tidak diinginkan dari kegiatan bisnis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aset Kripto Hari Ini Kompak Melesat, Bitcoin Tembus 40.000 Dollar AS

Aset Kripto Hari Ini Kompak Melesat, Bitcoin Tembus 40.000 Dollar AS

Whats New
Ini Alat Tangkap Ikan yang Dilarang dan Boleh Digunakan

Ini Alat Tangkap Ikan yang Dilarang dan Boleh Digunakan

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini

Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini

Whats New
Mengenal Model Bisnis Kekinian dan Cara Memulainya

Mengenal Model Bisnis Kekinian dan Cara Memulainya

Smartpreneur
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergantung pada Periode PPKM Level 4

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergantung pada Periode PPKM Level 4

Whats New
Menko Airlangga: Koperasi Harus Tetap Bergerak di Masa Pandemi

Menko Airlangga: Koperasi Harus Tetap Bergerak di Masa Pandemi

Rilis
Beli Tiket Lion Air Group Bisa Dapat Voucher Tes PCR Rp 450.000

Beli Tiket Lion Air Group Bisa Dapat Voucher Tes PCR Rp 450.000

Whats New
Akui Ada Masalah, Tanijoy Buka Suara soal Dugaan Penggelapan Dana Rp 4,5 Miliar

Akui Ada Masalah, Tanijoy Buka Suara soal Dugaan Penggelapan Dana Rp 4,5 Miliar

Whats New
[POPULER MONEY] Pelamar CPNS Tembus 4,5 Juta Orang | Ada Ancaman Global Selain Covid-19

[POPULER MONEY] Pelamar CPNS Tembus 4,5 Juta Orang | Ada Ancaman Global Selain Covid-19

Whats New
IKEA Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

IKEA Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Setelah JP Morgan, Kini Giliran Bank of America Sediakan Produk Bitcoin

Setelah JP Morgan, Kini Giliran Bank of America Sediakan Produk Bitcoin

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

Rilis
Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Whats New
SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X