Kompas.com - 06/10/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi nelayan KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOIlustrasi nelayan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Victoria Simanungkalit mengatakan, sektor perikanan memiliki peluang besar untuk pasar domestik dan pasar ekspor.

Untuk itu, dia bilang, pemerintah terus berupaya untuk menjaga agar proses dari hulu hingga hilir dapat berjalan optimal melalui beberapa startegi.

"Pertama, kami di Kementerian memberikan akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi para pengusaha. Untuk usaha yang bankable dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dan pinjaman modal kerja LPDB dengan total anggaran sebesar Rp 1 triliun," ujarnya dalam diskusi webinar, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: Kemenkop UKM Siapkan Model Bisnis Korporasi Petani dan Nelayan

Sementara untuk pengusaha yang unbankable, selain memberikan perlindungan sosial, pemerintah juga telah menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) usaha mikro berupa hibah sebesar Rp 2,4 juta untuk 12 juta pelaku usaha mikro.

Strategi kedua yakni melakukan pengembangan koperasi pangan. Menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat adanya ancaman krisis pangan yang disampaikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

"Ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk mendorong bagaimana nelayan dan pembudidaya ikan bisa mengelola skalanya secara ekonomis. Sehingga bisa mencapai tingkat efisiensi yang tinggi dan daya saing produk perikanan bisa meningkat," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya telah menyiapkan model bisnis korporasi petani dan korporasi nelayan yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai tempat di tanah air.

Baca juga: 35 Investor Asing Nyatakan Keresahannya terhadap Pengesahan UU Cipta Kerja

“Kami menyiapkan ‘piloting business model’ korporasi petani atau nelayan yang kami replikasi di berbagai tempat, ada beberapa, misalnya beras seluas 800 hektar di Demak, kelapa sawit di Pelalawan Riau, serta beberapa komoditas lain yang bagus untuk piloting kerja sama antar kementerian,” kata dia.

Bahkan pihaknya juga telah bekerja sama dengan Belanda, untuk mengembangkan model koperasi pertanian yang dapat dijadikan model bisnis koperasi di tanah air.

Teten berharap pengembangan koperasi yang lebih modern akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani atau nelayan, yang akan dapat memetik profit dari bisnis model yang dikembangkan.

Baca juga: Penguatan Rupiah Tergerus Penolakan UU Cipta Kerja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.