RI Sepakat Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Investasi di ASEAN

Kompas.com - 06/10/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi pendapatan KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi pendapatan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, melangsungkan pertemuan 6th ASEAN Finance Minister and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM) pada Oktober ini.

Dalam pertemuan disepakati, negara-negara ASEAN bakal berkomitmen memperkuat pertumbuhan ekonomi serta mendorong stabilitas dan integrasi keuangan di kawasan ASEAN, di tengah Covid-19.

Salah satunya yakni mendorong inisiasi penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan, investasi langsung dan kegiatan terkait lain seperti transaksi pendapatan dan transfer.

"Penggunaan mata uang ini di antara negara-negara ASEAN, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan sistem keuangan kawasan," kata Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam siaran pers, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: 35 Investor Asing Nyatakan Keresahannya terhadap Pengesahan UU Cipta Kerja

Selain itu, ada beberapa poin yang disepakati, yakni kerja sama di bidang pembiayaan infrastruktur, dalam bentuk penyusunan beberapa panduan untuk mendorong perluasan keterlibatan investor swasta.

"Sekaligus mendukung upaya untuk memajukan agenda keuangan berkelanjutan (sustainable financing) secara kohesif di seluruh bidang, baik perbankan, pasar modal, maupun asuransi," ucap Onny.

Ada pula beberapa poin kesepakatan lainnya, meliputi memperkuat efektivitas surveilans ekonomi dan keuangan di kawasan, mendukung kesiapan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM), serta mendorong perdagangan dan investasi intra-ASEAN yang lebih luas.

Baca juga: Penguatan Rupiah Tergerus Penolakan UU Cipta Kerja

Perdagangan dan investasi itu didorong dengan pembentukan Qualified ASEAN Banks serta peningkatan transparansi, standardisasi, dan harmonisasi ketentuan di antara negara-negara ASEAN untuk mendukung integrasi keuangan di kawasan.

"Pertemuan juga mendukung upaya pemanfaatan jasa keuangan digital untuk meningkatkan inklusi keuangan di kawasan serta meningkatkan kerja sama dalam berbagi informasi mengenai penanganan risiko siber (cyber risk)," ucap Onny.

Dalam pertemuan tersebut, kata Onny, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN pun menggarisbawahi tiga pilar utama untuk mendorong stabilitas dan integrasi keuangan, yaitu konektivitas, sustainabilitas dan responsivitas dari ASEAN.

Baca juga: Kemenkeu: UU Cipta Kerja Jadi Modal Pemulihan Ekonomi 2021



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X