KILAS

PGN Lakukan "Gas In" ke 5 Pelanggan Sektor Baja dan Logam

Kompas.com - 06/10/2020, 18:03 WIB
Pihak PGN saat melakukan gas in pada lima pelanggan baru sektor baja dan logam, Senin (5/10/2020), DOK. Humas PGNPihak PGN saat melakukan gas in pada lima pelanggan baru sektor baja dan logam, Senin (5/10/2020),

KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan gas in (penyaluran gas pertama kali) kepada lima pelanggan sektor baja dan logam pada Senin (5/10/2020).

Kelima pelanggan itu yakni PT Krakatau Steel (KS), PT Karakatau Wajatama, PT Krakatau Posco, PT Indonesia Pos Chemtech Chosun Ref (IPCR), serta PT Stollberg Samil Indonesia.

Gas bumi yang disalurkan pada industri di Kota Baja Cilegon itu bersumber dari Pertamina EP (PEP) Asset II dan ConocoPhilips Grissik Ltd.

Direktur Komersial Faris Aziz mengatakan, dari lima pelanggan yang memiliki pangsa pasar nasional dan internasional tersebut, didapat penambahan penyerapan volume gas kurang lebih sebanyak 7,9 - 14,6 billion british thermal unit per day (BBTUD).

Penyaluran gas tersebut pun sekaligus menjadi proses akhir penugasan PGN dalam implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 89K Tahun 2020.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Industri, PGN Implementasikan Kepmen ESDM No 89K Tahun 2020

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan penyaluran gas ke Krakatau Steel, Krakatau Wajatama, dan Krakatau Posco maka pelaksanaan Kepmen 89K/2020 di Jawa bagian Barat telah mencapai 99 persen,” ungkap Faris, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Faris menjelaskan, 185 dari 189 industri yang berada dalam daftar penugasan Kepmen ESDM 89K/2020 sudah menerima manfaat.

Sementara itu, sebanyak satu pelanggan sedang menunggu proses pengalihan sumber pasokan dan tiga pelanggan lainnya berhenti berlangganan gas PGN.

Faris pun berharap, pelanggan-pelanggan baru pada sektor industri baja itu dapat memaksimalkan volume pemakaian gas di kegiatan bisnisnya sesuai kontrak yang telah disepakati.

PT IPCR dan PT Stollberg sebagai industri pendukung baja juga diharapkan mendapat manfaat nyata dari penyerapan gas bumi yang efisien.

“Kami harap manfaat Kepmen ESDM 89K/2020 dapat menunjang kegiatan bisnis dan daya saing produk,” kata Faris.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X