KKP kembali Tangkap 2 Kapal Maling Ikan, Kali Ini di Samudera Pasifik

Kompas.com - 06/10/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi: KRI Usman Harun-359 berhsil menangkap dua Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam saat melakukan pencurian ikan atau illegal fishing di Laut Natuna Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (19/9/2020). Dokumen TNI ALIlustrasi: KRI Usman Harun-359 berhsil menangkap dua Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam saat melakukan pencurian ikan atau illegal fishing di Laut Natuna Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (19/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap dua kapal maling ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 717 Samudera Pasifik.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, penangkapan kapal maling ikan di area Samudera Pasifik ini merupakan yang pertama kali sejak dia menjabat jadi menteri.

"Betapa modus operandi dan pergerakan para pencuri ikan sangat dinamis. Kita jaga di Laut Sulawesi, mereka bergerak di Samudera Pasifik. Selama ini kami memang keterbatasan armada kapal pengawas di Samudera Pasifik," kata Edhy dalam konferensi pers, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: KKP Kembali Amankan 8 Pelaku Destructive Fishing

Edhy menuturkan, penangkapan dua kapal Filipina bernomor lambung VMC-188 dan LB VIENT-21 merupakan hasil operasi Kapal Pengawas Orca 04 pada Kamis 1 Oktober 2020.

Satu dari dua kapal ini dilengkapi dengan alat tangkap yang dilarang, yakni purse seine dan diawaki oleh 18 awak kapal berkebangsaan Filipina. Sedangkan satu kapal lainnya diawaki oleh 3 orang berkebangsaan Filipina juga.

"Satu kapalnya ukuran besar 105,90 GT menggunakan alat purse seine. Satunya lagi ukuran 20,62 GT, jenis kapal lampu," ucap Edhy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski ada keterbatasan armada, Edhy memastikan pengawasan tetap dilakukan semaksimal mungkin.

"Dengan adanya penangkapan ini, ke depan kita akan semakin intensifkan di wilayah perairan lainnya termasuk WPP 718 Laut Arafura, maupun WPP lainnya. KKP tetap dan akan selalu serius menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan Indonesia. Tidak ada ruang bagi para pencuri ikan di laut kita," pungkasnya.

Baca juga: Manipulasi Jumlah Benih Lobster, KKP Cabut Sementara Izin 14 Eksportir

Informasi saja, KKP telah menangkap 74 kapal illegal fishing selama Edhy Prabowo menjabat jadi menteri. Dari jumlah itu, 57 di antaranya merupakan kapal ikan asing, dan 17 kapal ikan Indonesia.

Kapal-kapal ikan berbendera asing yang berhasil ditangkap terdiri dari 27 KIA Vietnam, 16 Filipina, 13 Malaysia, dan 1 Taiwan.

Dari seluruh kapal illegal-fishing yang berhasil ditangkap; 17 di antaranya telah diputus pengadilan (inkracht); satu kapal ditengggelamkan karena berusaha kabur saat ditangkap; 15 kapal diberikan sanksi administrasi; dan sisanya masih menjalani proses hukum di kejaksaan dan persidangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X