8 Strategi Mendag Genjot Ekspor di Tengah Pandemi

Kompas.com - 06/10/2020, 19:15 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengikuti Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-52 secara virtual di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Biro Humas KemendagMenteri Perdagangan Agus Suparmanto mengikuti Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-52 secara virtual di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pandemi Covid-19 membuat seluruh negara di dunia mengalami pelemahan ekonomi dan perdagangan, tak terkecuali Indonesia. Oleh sebab itu dibutuhkan inovasi untuk bisa meningkatkan kinerja perdagangan guna mendorong pemulihan ekonomi.

"Perlu untuk terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi yang tidak biasa untuk meningkatkan akses pasar dan mengembangkan ekspor non migas," ujarnya dalam peluncuran Good Design Indonesia 2021 secara virtual, Selasa (6/10/2020).

Agus menjelaskan, Kemendag setidaknya memliki 8 strategi sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja ekspor di tengah pandemi. Pertama, fokus pada jenis produk yang akan di ekspor ke negara tersebut.

Baca juga: Sempat Ekspor HSD dengan Harga Murah, Ini Penjelasan Pertamina

Kedua, relaksasi kebijakan ekspor dan impor yang berorientiasi ekspor. Lalu ketiga, dengan mempermudah dan mepercepat pelayanan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor, termasuk peningkatan fasilitasi perdagangan dalam memproses perizinan ekspor-impor.

"Serta percepatan layanan ekspor-impor dan pengawasan perdagangan melalui National Logistic Ecosystem (NLE)," imbuhnya.

Keempat, dengan menyediakan pelatihan bagi para calon eksportir baru, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). Ini dilakukan melalui program pendidikan pelatihan ekspor Indoensia (PPEI) Kemendag.

Kelima, optimalisasi regulasi dan implementasi pada e-commerce. Keenam, meningkatkan trade financing melalui program national interest account yang bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bagi para UKM eksportir yang tedampak pandemi.

Strategi ketujuh, dengan peningkatan akses pasar melalui penguatan fasilitasi dan informasi ekspor. Mencakup promosi ekspor, business matching, pameran dagang internasional baik secara offline maupun virtual, serta penguatan perdagangan di luar negeri.

"Ke delapan, dengan meningkatan daya saing dan pengembangan produk ekspor melalui penguatan dan optimalisasi serta implementasi program-program unggulan untuk ekspor. Salah satunya melalui Indonesia Design Development Center (IDDC)," jelas Agus.

Ia menekankan, Kemendag akan terus mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan produknya, baik dari segi desain, kemasan, menciptakan produk yang dibutuhkan di masa pandemi, serta menggali peluang ekspor.

Hal ini juga dilakukan melalui penyelanggaraan Good Design Indonesia (GDI) yang akan kembali diadakan di 2021. Ajang ini bertujuan mendorong pelaku usaha untuk menciptakan karya desain produk kreatif, inovatif, dan memiliki nilai komersial tinggi di pasar lokal dan global.

"GDI menjadi suatu penguatan program Kemendag dalam upaya mengembangkan produk ekspor dengan peningkatan desain dan kulitas produk ekspor," pungkas Agus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X