Sri Mulyani: Total Penempatan Dana di Bank Himbara Rp 47,5 Triliun

Kompas.com - 07/10/2020, 08:59 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui akun Facebooknya memaparkan realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurutnya, realisasi PEN hingga akhir September lalu telah menunjukkan percepatan. Contohnya saja, untuk penempatan dana pemerintah di bank-yang yang merupakan anggota Himpunan Bank Millik Negara (Himbara), telah tersalurkan kredit hingga 4,7 kali lipat.

"Total penempatan pada bank Himbara hingaa saat ini adalah sebesar Rp 47,5 triliun," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari akun Facebooknya, Selasa (7/10/2020).

Baca juga: Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Selain itu, pemerintah juga menempatkan dana pada 7 Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp 11,2 triliun, serta tiga bank syariah sebesar Rp 3 triliun.

Menurut dia, pemerintah juga telah melaksanakan beberapa program baru dengan baik. Untuk rincian, bantuan subsidi gaji sudah tercapai hingga Rp 13,98 triliun untuk 11,65 juta peserta.

Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sudah disalurkan kepada 7,64 juta pengusaha mikro, sementara antuan operasional dan pembelajaran daring pesantren, telah terealisasi Rp2,02 triliun.

"Sebagai bentuk optimalisasi pelaksanaan Program PEN, pemerintah melakukan reclustering anggaran PEN, baik untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, sektoral dan Pemda, UMKM, serta pembiayaan korporasi," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Mantan Dirut Tersangkut Kasus Gratifikasi, Ini Kata BTN

Adapun rinciannya yakni anggaran untuk pembiayaan korporasi yang semula Rp 53,6 triliun, kini diturunkan menjadi Rp 48,85 triliun. Anggaran untuk sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda) pun turun dari Rp 106,11 triliun menjadi Rp 70,01 triliun.

Selain itu, anggaran kesehatan juga direalokasi dari Rp 87,55 triliun menjadi Rp 87,93 triliun. Adapun untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Rp 123,46 triliun menjadi Rp 128,21 triliun.

Pemerintah meningkatkan anggaran untuk perlindungan sosial menjadi Rp 239,53 triliun. Sebelumnya, anggaran untuk perlindungan sosial sebesar Rp 203,9 triliun.

Untuk anggaran insentif usaha alokasinya tetap yakni sebesar Rp 120,61 triliun.

Baca juga: PLN Perpanjang Program Diskon Tambah Daya Listrik Khusus UMKM dan IKM



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Ditjen Pajak Lelang Mobil SItaan | Luhut Puji Edhy Prabowo

[POPULER MONEY] Ditjen Pajak Lelang Mobil SItaan | Luhut Puji Edhy Prabowo

Whats New
Awali Tugas Menteri Ad Interim KP, Luhut Serahkan DIPA 2021 dengan Pagu Angggaran Rp 6,65 Triliun

Awali Tugas Menteri Ad Interim KP, Luhut Serahkan DIPA 2021 dengan Pagu Angggaran Rp 6,65 Triliun

Rilis
Kebijakan Gaji PNS Bakal Diubah, BKN: Berkaitan dengan Kondisi Keuangan Negara

Kebijakan Gaji PNS Bakal Diubah, BKN: Berkaitan dengan Kondisi Keuangan Negara

Rilis
Pertamina Youthpreneur 2020 Jaring 30 Startup Terpilih

Pertamina Youthpreneur 2020 Jaring 30 Startup Terpilih

Rilis
Luhut Minta KPK Jangan Berlebihan Periksa Edhy Prabowo

Luhut Minta KPK Jangan Berlebihan Periksa Edhy Prabowo

Whats New
Luhut Ogah Lama-lama Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Luhut Ogah Lama-lama Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Whats New
Luhut Puji Edhy Prabowo: Beliau seperti Seorang Kesatria

Luhut Puji Edhy Prabowo: Beliau seperti Seorang Kesatria

Whats New
Luhut Anggap Kebijakan Terkait Benih Lobster Tidak Ada yang Salah

Luhut Anggap Kebijakan Terkait Benih Lobster Tidak Ada yang Salah

Whats New
Kehadiran Pelabuhan Patimban Dinilai Akan Hemat Ongkos Pengiriman Barang

Kehadiran Pelabuhan Patimban Dinilai Akan Hemat Ongkos Pengiriman Barang

Whats New
Lewat Pelabuhan Patimban, Luhut Janjikan 4,3 Juta Lapangan Kerja dalam Kurun Waktu 10 Tahun

Lewat Pelabuhan Patimban, Luhut Janjikan 4,3 Juta Lapangan Kerja dalam Kurun Waktu 10 Tahun

Whats New
Menhub Minta Luhut Kumpulkan Pengusaha Batak Untuk Bangun Pelabuhan di Danau Toba

Menhub Minta Luhut Kumpulkan Pengusaha Batak Untuk Bangun Pelabuhan di Danau Toba

Whats New
Beli BBM di SPBU Shell Bisa Bayar Pakai GoPay

Beli BBM di SPBU Shell Bisa Bayar Pakai GoPay

Spend Smart
Kelakar Luhut Ingin Santet Erick Thohir bila Dana PEN Kurang

Kelakar Luhut Ingin Santet Erick Thohir bila Dana PEN Kurang

Whats New
Harga Mulai Rp 7,1 Juta, Ini Daftar Terbaru Lelang Mobil Sitaan Ditjen Pajak

Harga Mulai Rp 7,1 Juta, Ini Daftar Terbaru Lelang Mobil Sitaan Ditjen Pajak

Spend Smart
Indonesia Ekspor Ikan Tuna ke Korea Selatan

Indonesia Ekspor Ikan Tuna ke Korea Selatan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X