Promo KPR, Ada Bunga Fixed 10 Tahun

Kompas.com - 07/10/2020, 13:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perbankan tengah berupaya menggairahkan pasar properti yang tengah melambat di tengah tekanan pandemi Covid-19. Melambatnya penjualan properti telah berimbas pada lesunya penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Strategi dari sisi bunga KPR merupakan salah satu langkah bank menggairahkan pasar. Saat ini, bank berlomba-lomba menawarkan program bunga KPR untuk mendorong penjualan properti dan penyaluran KPR di tengah tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dimana sepanjang tahun ini sudah turun 1 persen ke level 4 persen.

Ada bank yang memilih menawarkan KPR berbunga rendah tetap namun hanya berlaku setahun tiga tahun saja. Ada pula yang memilih memberikan kepastian pada nasabah bunga agak lebih tinggi namun berlaku tetap hingga 10 tahun.

Baca juga: Luhut: Tidak Betul Omnibus Law Dibuat Diam-Diam, Semua Diundang

Bank CIMB Niaga memilih memberikan kepastian kepada calon konsumen dengan menawarkan program bunga KPR 9,5 persen tetap selama 10 tahun. Ini baru pertama kali perseroan menawarkan bunga tetap dengan jangka waktu selama itu. Sebelum-sebelumnya, hanya memberikan bunga tetap rendah namun hanya berlaku sekitar dua atau tiga tahun, tahun selanjutnya akan mengambang mengikuti bunga pasar yang rata-rata di atas 10 persen.

Program bunga 9,5 persen fixed 10 tahun ini akan berlaku dari September-Desember 2020. Menurut Mortgage & Indirect Auto Business Head CIMB Niaga Heintje Mogi, program bunga tetap untuk waktu yang lama seperti akan lebih menguntungkan bagi konsumen dibandingkan dengan bunga murah tetapi hanya berlaku satu sampai dua tahun.

Ia menambahkan, era bunga rendah ini pasti akan berakhir saat ekonomi kembali pulih nantinya. Jika ekonomi bergerak maka belanja masyarakat akan naik dan inflasi akan merangkak. Di saat itu bunga akan meningkat.

"Saat bunga naik nanti, bunga KPR anda tidak akan berubah masih berlaku tetap selama 10 tahun. Jadi saat ini kami mencoba memberikan kepastian di tengah ketidakpastian," ujarnya pada Kontan.co.id, Selasa (6/10/2020).

Program ini berlaku untuk semua ticket size KPR baik dalam pembelian properti di pasar primary maupun secondary. Heintje berharap program ini bisa mendorong keinginan masyarakat yang sebelumnya menunda membeli rumah memutuskan melanjutkan rencananya.

Baca juga: Ekonom Yakin Pengesahan UU Cipta Kerja Tak Diikuti PHK Besar-Besaran

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X