Gelontorkan Dana PEN Rp 111 Miliar untuk Terumbu Karang, Menteri Edhy Targetkan Serap 11.000 Pekerja

Kompas.com - 07/10/2020, 14:42 WIB
Menteri KP 2019-2024 Edhy Prabowo Dok. KKPMenteri KP 2019-2024 Edhy Prabowo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelontorkan Rp 111,2 miliar untuk program restorasi terumbu karang di 5 pantai Provinsi Bali.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, anggaran itu merupakan anggaran APBN KKP yang bersumber dari dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Restorasi terumbu karang di Provinsi Bali akan dibangun dengan anggaran APBN KKP yang bersumber dari dana PEN sebesar Rp 111,2 miliar, dengan target kebun karang seluas 50 hektar yang terpasang di 5 lokasi," kata Edhy dalam konferensi video, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Airlangga Yakin Anggaran PEN Bisa Terealisasi 100 Persen hingga Akhir Tahun

Edhy menerangkan, selain untuk menjaga ekosistem laut, program tersebut ditargetkan mampu menyerap 11.000 tenaga kerja.

Tenaga kerja akan berasal dari pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, sehingga program restorasi mampu menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat pesisir.

"Akan melibatkan organisasi masyarakat yang punya kompetensi profesional di bidang restorasi karang, dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, seperti pelaku usaha wisata di bidang perhotelan, operator, pemandu wisata, UMK, dan masyarakat pesisir lainnya," ungkap Edhy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun 5 daerah yang akan menjadi daerah restorasi, antara lain Pantai Serangan, Pantai Pandawa, Pantai Buleleng Tengah, Pantai Sanur, dan di Nusa Dua.

Dalam pengembangannya, program akan berbasis pada kajian riset, yang dilakukan bersama LIPI dan BRSDM KP. Begitupun melibatkan akademisi dari beberapa universitas di Bali.

Baca juga: Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Sebut Kinerja Perbankan Tidak Seburuk Prediksi

Struktur tranplantasi karang akan disusun sesuai habitat dan tema masing-masing lokasi. Berbagai metode transplantasi akan dipadukan.

Melalui kegiatan restorasi, nantinya pantai-pantai tersebut bisa menjadi wisata atraksi bawah laut dan ladang edukasi.

"Saya berharap masyarakat penerima bantuan akan mengelola kawasan wisata air ini secara berkelanjutan. Organisasi masyarakat diharapkan agar tetap terus mendampingi masyarakat dalam mengelolanya," pungkas Edhy.

Baca juga: KKP kembali Tangkap 2 Kapal Maling Ikan, Kali Ini di Samudera Pasifik



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Whats New
Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Rilis
Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Whats New
Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X