Pro Kontra Omnibus Law Berkurang, Rupiah Sore Ini Ditutup Menguat

Kompas.com - 07/10/2020, 16:36 WIB
Ilustrasi rupiah dan dollar AS THINKSTOCKSIlustrasi rupiah dan dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat pada Rabu (7/10/2020).

Mengutip data Bloomberg rupiah sore ini ditutup menguat 25 poin atau 0,17 persen pada level Rp 14.710 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.735 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah hari ini terdorong oleh pro dan kontra akibat Undang-undang Omnibus Law yang kian menipis. Hal ini membuat aliran dana asing kembali masuk ke pasar domestik dan mengangkat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Baca juga: Rupiah Loyo, Intip Kursnya di Lima Bank

“Isi dari Undang-undang Omnibus Law sudah bisa merangkul semuanya dan pasar kembali bersahabat setelah mengetahui hal tersebut. Sehingga pro dan kontra semakin menipis dan pasar kembali optimis, wajar kalau modal asing kembali parkir di pasar dalam negeri,” kata Ibrahim.

Ibrahim mengatakan, kemarin pasar sempat bergolak akibat penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja oleh mahasiswa dan serikat buruh. Bahkan banyak Investor asing yang menyayangkan pengesahan RUU tersebut menjadi UU.

Pergerakan rupiah juga terdorong oleh rencana Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Perpres tersebut mengatur soal pengadaan hingga distribusi vaksin covid-19. Proses pengadaan vaksin dilakukan oleh BUMN PT Bio Farma (Persero). Sementara jenis dan jumlah pengadaan vaksin Covid-19 ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kesehatan.

Baca juga: UU Cipta Kerja Buka Peluang Dongkrak Investasi Asing di Sektor Pertanian

Di sisi lain, rupiah juga terdorong oleh sentimen eksternal. Presiden Donald Trump keluar dari negosiasi stimulus fiskal AS hingga usai pemilihan presiden pada November 2020 mendatang.

Trump menuduh Ketua DPR AS Nancy Pelosi melakukan negosiasi tidak dengan tujuan yang baik, dan stimus tersebut tidak berkaitan dengan Covid-19.

“Langkah tersebut memberikan pukulan terhadap harapan stimulus lebih lanjut, yang menurut ketua Federal Reserve Jerome Powell diperlukan untuk memastikan pemulihan yang kuat,” jelas Ibrahim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BEI: Penghapusan Kode Broker untuk Cegah Aksi 'Goreng' Saham

BEI: Penghapusan Kode Broker untuk Cegah Aksi "Goreng" Saham

Whats New
Sebelum Beli Dollar AS, Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini

Sebelum Beli Dollar AS, Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini

Spend Smart
Harga Emas Antam Naik Rp 6.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Naik Rp 6.000, Simak Daftar Lengkapnya

Spend Smart
PPnBM 0 Persen Mulai Berlaku, Ini Sederet Jenis Mobil dan Alasan Pemberian Insentif Diskon Pajak

PPnBM 0 Persen Mulai Berlaku, Ini Sederet Jenis Mobil dan Alasan Pemberian Insentif Diskon Pajak

Whats New
Begini Nasib Karyawan Outsourcing di Peraturan Terbaru Jokowi

Begini Nasib Karyawan Outsourcing di Peraturan Terbaru Jokowi

Whats New
Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe Bank BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe Bank BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Whats New
IHSG Awal Sesi Melaju, Rupiah Masih Tertatih...

IHSG Awal Sesi Melaju, Rupiah Masih Tertatih...

Whats New
Franchise Apotek Ini Buka 10 Lowongan untuk SMK hingga S1, Simak Persyaratannya

Franchise Apotek Ini Buka 10 Lowongan untuk SMK hingga S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Harga Minyak Mentah Terus Menguat, Harga BBM di AS Merangkak Naik

Harga Minyak Mentah Terus Menguat, Harga BBM di AS Merangkak Naik

Whats New
Bagaimana Proyeksi IHSG di Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bagaimana Proyeksi IHSG di Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Menperin Sebut Toyota Siapkan Rp 28 Triliun untuk Produksi Mobil Hibrida dan Listrik di Indonesia

Menperin Sebut Toyota Siapkan Rp 28 Triliun untuk Produksi Mobil Hibrida dan Listrik di Indonesia

Whats New
Aturan Baru Jokowi: Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama

Aturan Baru Jokowi: Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama

Work Smart
DP KPR Rumah Nol Rupiah Berlaku Hari Ini, Simak Ketentuannya

DP KPR Rumah Nol Rupiah Berlaku Hari Ini, Simak Ketentuannya

Spend Smart
Manulife Bayar Klaim Rp 5,5 Triliun Sepanjang 2020

Manulife Bayar Klaim Rp 5,5 Triliun Sepanjang 2020

Whats New
Sri Mulyani Lakukan Pertemuan dengan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20, Ini Isinya

Sri Mulyani Lakukan Pertemuan dengan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20, Ini Isinya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X