Dampak Covid-19, BPS: 8 dari 10 Perusahaan Alami Penurunan Pendapatan

Kompas.com - 07/10/2020, 17:07 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan hasil survei dampak pandemi Covid-19 yang dilakukan kepada 34.559 pelaku usaha.

Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Nurma Midayanti mengatakan, 82,55 persen pelakuusaha yang disurvei mengalami penurunan pendapatan. Sebab, Covid-19 telah berdampak terhadap produktivitas perusahaan.

"Delapan dari 10 perusahaan mengalami penurunan pendapatan," ujar Nurma ketika memberikan penjelasan dalam video conference, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Imbas Pandemi, Pendapatan Bioskop Seluruh Dunia Diprediksi Anjlok 66 Persen

Namun demikian dirinya menjelaskan, ada beberapa perusahaan yang mengaku pendapatannya tak terdampak pandemi, bahkan ada sebagian kecil perusahaan yang mengaku pendapatannya meningkat selama pandemi.

Sebanyak 14,6 persen responden di dalam survei tersebut mengaku masih meraup pendapatan yang nilainya sama seperti ketika sebelum pandemi. Lalu sebanyak 2,55 persen menyatakan pendapatannya justru meningkat.

Dia pun mengatakan, perusahaan yang paling banyak mengalami penurunan pendapatan adalah usaha mikro kecil (UMK). Jumlahnya mencapai 84,2 persen. Sementara sebanyak 82,29 persen lainnya adalah usaha menengah besar (UMB).

Adapun secara sektoral, sektor akomodasi dan makan minum (mamin) menjadi sektor yang paling terdampak selama pandemi covid-19. Kemudian, sektor transportasi dan pergudangan, serta jasa lainnya.

"Sektor paling terdampak akomodasi dan mamin 92,47 persen, jasa lainnya 90,9 persen, serta transportasi dan pergudangan 90,34 persen," tutur Nurma.

Jobstreet juga sempat mengungkapkan, dari 486 perusahaan yang disurvei, terdapat beberapa industri yang paling terdampak pandemi, terutama pada sektor-sektor industri jasa.

"Yang paling terdampak adalah hospitality itu mengalami tingkat yang paling tinggi yaitu mencapai 85 persen, diikuti pariwisata atau travel 82 persen, ada industri garmen pakaian atau tekstil itu mencapai 71 persen, dan juga industri makanan dan minuman ini juga terdampak cukup signifikan mencapai 69 persen, kemudian arsitektur bangunan 64 persen," jelas Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim.

Baca juga: Luhut: Bersiap Perubahan Cuaca Ekstrem, Ditakutkan Timbul Klaster Baru Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X