Pandemi Covid-19, AP II Hemat Biaya Operasional hingga Rp 1,8 Triliun

Kompas.com - 07/10/2020, 17:38 WIB
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin KOMPAS.com/Rully R. RamliDirektur Utama AP II Muhammad Awaluddin

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) menjalankan strategi business survival di masa pandemi Covid-19 ini. Strategi tersebut mulai dilakukan sejak April 2020 lalu hingga saat ini.

Dalam strategi tersebut, memiliki tiga program yakni penghematan (cost leadership), penyesuaian terhadap belanja modal (capex disbursement) dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management).

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, melalui program cost leadership, penghematan yang dilakukan PT Angkasa Pura II sepanjang Januari – September 2020 bisa mencapai Rp 1,8 triliun dari alokasi biaya usaha perseroan pada RKAP 2020.

Baca juga: Bos Garuda: Bisnis Kargo Cukup Menarik Saat Pandemi

“Dari anggaran biaya operasional yang sudah disiapkan pada awal tahun ini, kami dapat melakukan penghematan sekitar Rp1,8 triliun. Penghematan merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19,” ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/10/2020).

Awaluddin menyebutkan, penghematan yang dilakukan perseroan di 19 bandara misalnya adalah penggunaan air dan listrik. Sepanjang April – September 2020 perseroan dapat menghemat konsumsi air hingga 56 persen dari yang dianggarkan pada awal tahun.

Sementara itu, untuk penggunaan listrik dapat dihemat sebesar 42,75 persen.

Adapun di Bandara Soekarno-Hatta, efisiensi dilakukan dengan penyesuaian pola operasional. Saat ini Bandara Soekarno-Hatta beroperasi melayani traveler di Terminal 2D, 2E dan Terminal 3.

Sementara itu melihat tren penerbangan yang ada, Terminal 1 dan Terminal 2F tidak melayani penerbangan untuk sementara waktu.

“Penyesuaian pola operasional dilakukan di bandara-bandara PT Angkasa Pura II dengan tetap memperhatikan aspek pelayanan, keamanan dan keselamatan penerbangan,” kata dia.

Terkait capex disbursement, lanjut Awaluddin, perseroannya mulanya menganggarkan dana sebesar Rp 7,8 triliun. Namun, saat ini dipangkas menjadi Rp 712 miliar.

Capex tahun ini hanya difokuskan untuk proyek yang bersifat multiyears, pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, serta perencanaan desain Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian, PT Angkasa Pura II juga fokus pada manajemen arus kas (cash flow management) dengan memperhatikan serta menyeimbangkan aliran cash in dan cash out.

Baca juga: Angkasa Pura I: Lonjakan Penumpang Terjadi Sejak Mei hingga Agustus 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X