Kompas.com - 08/10/2020, 08:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara webinar virtual yang bertajuk Investasi Negara-Negara Islam di Indonesia, Jakarta, Kamis (1/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara webinar virtual yang bertajuk Investasi Negara-Negara Islam di Indonesia, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada semua pihak yang menolak adanya omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja untuk membaca terlebih dahulu keseluruhan isi aturan tersebut.

"Tadi kita sudah lihat menteri-menteri yang terkait dengan Menko Perekonomian memberikan penjelasan kepada publik. Jadi saran saya, biar semua tenang, karena kita cinta dengan negara kita ini. Baca dulu, baru berkomentar. Jadi, jangan nanti yang belum melihat semua, tapi berkomentar," katanya dalam tayangan Satu Meja the Forum, Kompas TV, Rabu (7/10/2020).

Luhut pun membuka kesempatan untuk semua pihak yang ingin mengetahui dengan jelas terkait omnibus law.

Baca juga: Menaker: Di UU Cipta Kerja, Pekerja Kena PHK Dapat Uang Tunai dan Pelatihan

"Kalau ada yang belum jelas, silakan datang. Kita jelasin, enggak ada masalah dan tunjukkan salahnya di mana. Datang ke saya juga boleh, datang ke Pak Airlangga (Menko Perekonomian) juga boleh. Kita terbuka kok," katanya.

Terpenting, bagi dia adalah semangat untuk Indonesia. Dia tidak setuju apabila perdebatan atau bertentangan dengan pemerintah hanya karena nafsu berkuasa.

"Spiritnya itu buat Indonesia, itu yang penting. Jadi jangan spirit itu karena saya ingin berkuasa atau karena pemerintah ingin diganggu, jangan begitu," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nafsu berkuasa yang dimaksud Luhut adalah incaran kursi presiden 2024 mendatang. Hal ini sempat disinggung karena gerakan massa kali ini ada kepentingan mengincar jabatan negara.

"Berahi-berahi kekuasaannya ditahan dulu deh. Ini kan Covid-19. Kalau Anda (oknum bertentangan dengan pemerintah) bikin begini, itu bukan hanya berdampak terhadap republik. Tetapi, kepada kamu, keluargamu, dan orang sekitarmu itu bisa kena. Iya kalau kena Covid, bisa sembuh. Kalau kamu kena Covid, lantas orang itu check out (meninggal)," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Whats New
PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

Whats New
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

Whats New
Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Whats New
Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Whats New
Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Whats New
Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Whats New
OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

Whats New
Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Whats New
Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Whats New
Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Earn Smart
6 Perempuan Muda Ini Bakal 'Ambil Alih' Jabatan Erick Thohir

6 Perempuan Muda Ini Bakal "Ambil Alih" Jabatan Erick Thohir

Whats New
Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Whats New
Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Whats New
Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.