Pandemi Covid-19, Bank Dunia: 115 Juta Orang Bakal Jatuh Miskin, Tertinggi Sejak 1998

Kompas.com - 08/10/2020, 11:40 WIB
Ilustrasi pandemi corona SHUTTERSTOCKIlustrasi pandemi corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia (World Bank) melaporkan, tingkat kemiskinan ekstrem di dunia akan melonjak pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Dalam laporannya, ada sekitar 115 juta orang berpotensi masuk ke dalam jurang kemiskinan tahun ini.

"Kami memperkirakan ada tambahan 88 juta orang akan hidup dalam kemiskinan ekstrem pada tahun 2020 akibat Covid-19. Jumlah ini meningkat menjadi 115 juta," tulis Bank Dunia dalam laporannya, Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Resesi, Jumlah Pengangguran dan Angka Kemiskinan Bakal Meningkat

Tingkat kemiskinan bahkan merupakan pertama kalinya sejak 2 dekade terakhir, atau saat krisis keuangan Asia tahun 1998. Faktanya, krisis pada tahun 1997 itu merupakan satu-satunya peristiwa yang membuat tingkat kemiskinan melonjak dalam 30 tahun terakhir.

Saat itu, tingkat kemiskinan melonjak sebesar 1,3 persen menjadi 30 persen dibanding tahun 1997. Pada 1997, tingkat kemiskinan di level 29,6 persen.

Jika tingkat kemiskinan pada tahun 1998 melonjak 1,3 persen, kemiskinan akibat pandemi Covid-19 mampu meningkat sebesar 8,1 persen pada 2020 dibanding tahun 2019, dari 8,4 persen menjadi 9,1 persen.

Peningkatan bakal lebih besar mencapai 12,2 persen karena pada September 2020 masih terjadi penurunan ekonomi di berbagai belahan dunia.

"Berdasarkan data dan proyeksi yang tersedia sekarang, tampaknya Covid-19 telah menjadi pembalikan terburuk saat dunia tengah berjuang mengurangi kemiskinan, setidaknya dalam 3 dekade terakhir," sebut Bank Dunia.

Adapun kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai biaya hidup yang kurang dari 1,90 dollar AS per hari, atau setara dengan Rp 28.120 (kurs Rp 14.800).

Sebelum pandemi melanda, angka kemiskinan ekstrem diperkirakan turun menjadi 7,9 persen pada 2020. Sejak 2013, Bank Dunia sudah menargetkan orang miskin tak lebih dari 3 persen populasi dunia pada tahun 2030.

"Tujuan tidak akan tercapai tanpa tindakan kebijakan yang cepat, signifikan, dan substansial," ungkap Bank Dunia.

Baca juga: Kata Luhut, China Mampu Tekan Kemiskinan dan Satukan 1,4 Miliar Penduduknya Berkat Ini

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Demam Berdarah saat Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Antisipasi Demam Berdarah saat Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Rilis
Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Whats New
Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Whats New
Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Whats New
Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Whats New
Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Whats New
LPS Optimistis Tidak Ada Bank Gagal Sistemik Selama Covid-19

LPS Optimistis Tidak Ada Bank Gagal Sistemik Selama Covid-19

Whats New
Tokopedia Catat Pembelian Asuransi Gadget Naik 70 Kali Lipat dalam 2 Tahun

Tokopedia Catat Pembelian Asuransi Gadget Naik 70 Kali Lipat dalam 2 Tahun

Whats New
Erick Thohir Minta Masyarakat Mampu Bayar Vaksin Covid-19 Sendiri

Erick Thohir Minta Masyarakat Mampu Bayar Vaksin Covid-19 Sendiri

Whats New
Menkop UKM: Banyak Penerima Program Bansos yang Naik Kelas Jadi Usaha Mikro

Menkop UKM: Banyak Penerima Program Bansos yang Naik Kelas Jadi Usaha Mikro

Rilis
Kemendag: Masyarakat RI Beli Gula Lebih Mahal Dibanding Konsumen Global

Kemendag: Masyarakat RI Beli Gula Lebih Mahal Dibanding Konsumen Global

Whats New
Bos OJK Kurang Puas dengan Penurunan Bunga Kredit Bank

Bos OJK Kurang Puas dengan Penurunan Bunga Kredit Bank

Whats New
Sore Ini, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

Sore Ini, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X