Kompas.com - 08/10/2020, 19:08 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual,  Senin (17/8/2020). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual, Senin (17/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki membantah omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja akan menyingkirkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, UU Cipta Kerja memberikan penguatan dan proteksi terhadap UMKM dalam bersaing dengan para usaha besar melalui pengaturan investasi.

"Jadi, tidak benar (anggapan) kalau dengan adanya UU ini akan mendorong liberalisasi investasi yang menyingkirkan UMKM. Karena kita optimistis dengan adanya pengaturan investasi bisa mendorong adanya kemitraan antara UMKM dengan korporasi," kata Teten dalam jumpa pers virtual, Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Isi Lengkap UU Cipta Kerja Bisa Diunduh di Sini

Dengan adanya UU Cipta Kerja sebut dia, bisa mendorong investasi serta meningkatkan kemitraan UMKM dengan pelaku usaha besar atau korporasi.

Dia berharap dengan adanya kemitraan tersebut bisa memberikan peluang kepada UMKM untuk naik kelas.

"Dari yang kecil naik kelas ke menengah, dari yang menengah naik kelas menjadi ke besar," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teten juga menyebutkan aturan sapujagat ini juga bisa memaksimalkan potensi startup untuk mengembangkan UMKM.

"Dengan adanya UU ini akan memberikan kemudahan untuk memaksimalkan potensi startup, terutama startup yang berasal dari kalangan anak muda kampus yang terdidik. Kita berharap banyak kepada para milenial yang sudah terjun dalam usaha startup yang bisa menumbuh kembangkan usaha UMKM kita," ujar dia.

Menurut Teten, startup bisa melahirkan para entrepreneur baru.  Jumlah entrepreneur Indonesia sendiri terbilang rendah dibandingkan negara-negara tetangga.

"Singapura itu sudah 9 persen, Malaysia dan Thailand sudah mendekati 5 persen dan kita baru 3,47 persen. Jadi ini penting dan saya kira akan ada The Future yang unggul dalam sumber daya manusia (SDM) kita," ujarnya.

Dengan SDM yang unggul sebut dia, diharapkan bisa membuat produk hasil olahan UMKM berkualitas yang bisa menembus pasar global.

Baca juga: Menteri Teten Bakal Luncurkan Rumah Koperasi Digital, Apa Itu?




Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Rilis
Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
 95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

Whats New
Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Whats New
IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

Whats New
[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

Whats New
Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Whats New
Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Whats New
Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Whats New
 Ombudsman RI Catat Pengaduan Terkait Pertambangan Naik 100 Persen di 2020

Ombudsman RI Catat Pengaduan Terkait Pertambangan Naik 100 Persen di 2020

Whats New
Menko Airlangga Harap Perencanaan Ruang Terintegrasi Dioptimalkan Untuk Sektor Kesehatan

Menko Airlangga Harap Perencanaan Ruang Terintegrasi Dioptimalkan Untuk Sektor Kesehatan

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

Rilis
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X