Kenapa Omnibus Law UU Cipta Kerja Terburu-buru Disahkan? Ini Menurut Pengamat

Kompas.com - 09/10/2020, 16:39 WIB
Ilustrasi buruh TRIBUNNEWS/DANY PERMANAIlustrasi buruh

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Tajuddin Noer Effendi menilai, cepatnya pengesahan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja karena pemerintah ingin menangkap peluang investasi asing.

Salah satunya adalah fenomena relokasi industri dari China akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan negeri Tirai Bambu itu.

"Situasi covid ini membuat banyak perubahan. Banyak industri-industri katakanlah dari China keluar dari China. Kelihatannya pemerintah ingin menangkap peluang itu," katanya dihubungi Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

"Kalau tidak salah informasinya itu ada 130-an perusahaan mulai mengincar Indonesia. Kemudian itukan diperlukan undang-undang yang lebih fleksibel," tambah dia.

Baca juga: Airlangga soal Cipta Kerja: Banyak Hoaks Beredar hingga Dorong Perekonomian

Menurut dia, salah satu regulasi yang membuat para investor asing masih enggan berinvestasi di Tanah Air adalah soal ketenagakerjaan.

"Selama ini UU Nomor 13 Tahun 2003 (UU Ketenagakerjaan) agak terlalu rigid sekali. Misalnya, masalah pesangon harus sekian kali bulanan itu biayanya cukup tinggi. Walaupun, tidak pernah dilaksanakan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja tersebut otomatis hal itu menjadi lebih menguntungkan dan pemerintah memang sangat membutuhkannya.

"Karena kalau kita bertahan dengan kondisi sekarang ini dan bertahan dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 jelas mereka (investor asing) tidak mau datang. Karena banyak sekali pasal-pasal yang menurut mereka tidak masuk diakal," katanya..

Diakui, DPR RI memang terburu-buru mengesahkan UU Cipta Kerja tersebut. Tetapi ada peluang industri asing ingin beralih ke Indonesia, maka pemerintah mulai mengambil peluang tersebut. Karena di masa pandemi Covid-19, banyak industri di Indonesia sulit bertahan.

Baca juga: Ini Rencana Jokowi Setelah Omnibus Law Cipta Kerja Disahkan DPR

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.