Meski Pandemi, Pembiayaan UMKM Bank Syariah Tetap Tumbuh

Kompas.com - 09/10/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi UMKM shutterstock.comIlustrasi UMKM
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyaluran pembiayaan perbankan syariah kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap tumbuh di masa pandemi Covid-19. Rasionya bahkan lebih tinggi dibanding perbankan nasional.

Direktur Utama PT Bank BCA Syariah John Kosasih menjabarkan, pada Maret 2020 saja, pembiayaan UMKM di bank syariah tumbuh 23,01 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pembiayaan ini jauh lebih besar dibanding perbankan nasional sebesar 6,93 persen.

Di BCA Syariah, pembiayaan UMKM mencapai Rp 1,2 triliun dari keseluruhan kredit atau sekitar 20,5 persen dari total portofolio pembiayaan.

"Secara year on year (tahunan) sampai posisi Maret 2020 kami tumbuh sekitar 13,8 persen pertumbuhan. Pada September, masih tumbuh hampir 9 persen (yoy). Jadi kami masih mengalami pertumbuhan," kata John dalam diskusi Peran Perbankan Syariah Mengerek Inklusi Keuangan di Tengah Pandemi, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Erick Thohir Angkat Purnawirawan TNI Jadi Komisaris PT INTI

John merinci, rasio pembiayaan UMKM di perbankan syariah mencapai 18,7 persen atau sekitar Rp 66 triliun dari total pembiayaan. Rasio pembiayaan ini lebih besar dibanding perbankan nasional yang hanya 18,6 persen.

"Di perbankan nasional, total penyaluran kredit Rp 5.500 triliun, sekitar Rp 1.000 triliun disalurkan ke UMKM. Angka ini enggak beda jauh dengan bank syariah. Tapi yang menarik, pertumbuhan penyaluran bank syariah 23,01 persen," paparnya.

John menuturkan, tingginya pembiayaan tak lebih dari potensi pertumbuhan perbankan syariah yang masih memiliki prospek bagus. Sebab, Indonesia memiliki populasi penduduk muslim terbesar di dunia. Porsinya sekitar 13 persen dari porsi dunia.

Baca juga: Apindo: Proses Penyusunan UU Cipta Kerja Sangat Panjang

Menurut Global Islamic Report, Indonesia merupakan pasar halal (halal market) terbesar di dunia. Dari porsi pendapatan 2,2 triliun dollar AS halal market dunia, 10 persennya atau sekitar 220 miliar dollar AS ada di Indonesia.

"Indonesia sendiri merupakan 10 persennya atau 220 miliar dollar AS. Kalau rupiah Rp 15.000, itu sekitar Rp 3.300 triliun. Dari halal food kira-kira Rp 2.600 triliun, kemudian belum dari travel, fashion, kosmetik, obat-obatan halal, dan hiburannya," ucap John.

Pada tahun 2024, potensi pendapatan dari pasar halal bisa melonjak sekitar 3,2 triliun dollar AS di dunia. Di Indonesia, potensinya bisa meningkat dari sebelumnya 220 miliar dollar AS menjadi 320 miliar dollar AS.

"Jadi potensi halal market, perbankan syariah, industri keuangan syariah, di Indonesia pasti semua setuju, mau pandemi atau tidak pandemi, tetap besar (peluangnya)," pungkas John.

Baca juga: UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan Dinilai Berpotensi Mengurangi Penerimaan Negara



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Bakal Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Kembali Cetak Rekor, Ethereum Tembus Rp 61 Juta

Kembali Cetak Rekor, Ethereum Tembus Rp 61 Juta

Whats New
Chairul Tanjung Tambah Kepemilikan 635 Juta Lembar Saham di Garuda Indonesia

Chairul Tanjung Tambah Kepemilikan 635 Juta Lembar Saham di Garuda Indonesia

Whats New
Pencairan Insentif Kartu Prakerja Dihentikan Sementara, Kapan Dilanjutkan Lagi?

Pencairan Insentif Kartu Prakerja Dihentikan Sementara, Kapan Dilanjutkan Lagi?

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Bakal Kenakan Pajak Bitcoin Dkk

Siap-siap, Pemerintah Bakal Kenakan Pajak Bitcoin Dkk

Whats New
[POPULER MONEY]  Gaji Ke-13 PNS Cair Bulan Depan | Biaya Vaksin Gotong Royong Rp 500.000

[POPULER MONEY] Gaji Ke-13 PNS Cair Bulan Depan | Biaya Vaksin Gotong Royong Rp 500.000

Whats New
Jack Ma Muncul Kembali di Depan Publik, Lakukan Kunjungan ke Markas Alibaba

Jack Ma Muncul Kembali di Depan Publik, Lakukan Kunjungan ke Markas Alibaba

Whats New
Gaji Ke-13 PNS Diterima Bulan Depan, Apakah Termasuk Tukin?

Gaji Ke-13 PNS Diterima Bulan Depan, Apakah Termasuk Tukin?

Whats New
BUMN Ini Resmi Lanjutkan Mandat Sertifikasi Statutoria Kapal

BUMN Ini Resmi Lanjutkan Mandat Sertifikasi Statutoria Kapal

Whats New
49.682 Pekerja Migran Indonesia Pulang Kampung, Ini Langkah Pemerintah

49.682 Pekerja Migran Indonesia Pulang Kampung, Ini Langkah Pemerintah

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Rumah di Dua Wilayah Negara | Pesona Kota Pergudangan di Hamburg | Cerita Misteri Gunung Lokon

[TREN WISATA KOMPASIANA] Rumah di Dua Wilayah Negara | Pesona Kota Pergudangan di Hamburg | Cerita Misteri Gunung Lokon

Rilis
Sandiaga Uno Bakal Kucurkan Dana Hibah Rp 3,7 Triliun Dalam Waktu Dekat

Sandiaga Uno Bakal Kucurkan Dana Hibah Rp 3,7 Triliun Dalam Waktu Dekat

Whats New
Perempuan yang Miliki Balita Lebih Sulit Mencari Pekerjaan dan Berkarir?

Perempuan yang Miliki Balita Lebih Sulit Mencari Pekerjaan dan Berkarir?

Work Smart
Pataka Beberkan 3 Potensi Penyelewengan Pelaksanaan Program di Sektor Pertanian

Pataka Beberkan 3 Potensi Penyelewengan Pelaksanaan Program di Sektor Pertanian

Whats New
[TREN LYFE KOMPASIANA] Kepribadian di Dunia Nyata dan di Media Sosial | Love Language dan Teori Give and Take | Bakso, Lirikan Pebisnis Kuliner Sepanjang Zaman!

[TREN LYFE KOMPASIANA] Kepribadian di Dunia Nyata dan di Media Sosial | Love Language dan Teori Give and Take | Bakso, Lirikan Pebisnis Kuliner Sepanjang Zaman!

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X