Moeldoko: UMKM Motor Utama Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi

Kompas.com - 09/10/2020, 18:39 WIB
Moeldoko saat ditemui di Grha Suara Muhammadiyah, Jumat (2/10/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoMoeldoko saat ditemui di Grha Suara Muhammadiyah, Jumat (2/10/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) merupakan motor penggerak utama dalam mendorong bangkitnya perekonomian Indonesia ditengah masa pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, berbagai stimulus telah dikucurkan pemerintah untuk UMKM sehingga diharapkan roda perekonomian dapat terus bergerak. Dengan demikian, UMKM pun mampu bangkit dan menjadi lebih kuat di masa mendatang.

“Di tengah kesulitan pasti ada kesempatan dan jeli menangkap peluang menjadi modal dasar untuk dapat menciptakan inovasi sehingga dapat bertahan di era pandemi ini,” ujar Moeldoko pada acara Harlah ke-9 Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Di UU Cipta Kerja, UMKM Dapat Tempat Promosi di Terminal hingga Stasiun Kereta Api

Menurut dia, UMKM berkontribusi sangat penting dalam perekonomian Indonesia, lantaran penyerapan tenaga kerja di sektor ini menjadi yang terbesar. Sekitar 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia ada sektor UMKM.

Dengan kata lain, sebagian besar masyarakat menggandalkan penghasilan sebagai pelaku usaha maupun pekerja di sektor UMKM.

Selain itu, dari sisi output, UMKM memberikan sumbangan yang besar dalam perekonomian nasional. Sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari kontribusi UMKM.

"Serta koperasi dan UMKM berperan penting sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat," imbuhnya.

Moeldoko mengatakan, dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN), UMKM menjadi salah satu bagian penting dengan alokasi anggaran sebesar Rp 123 triliun. Program stimulus dan insentif yang diberikan pun meliputi berbagai program.

Di antaranya subsidi bunga, baik bagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non KUR. Penempatan dana pemerintah di bank sehingga bank dapat menyalurkan kredit kepada pelaku usaha, khususnya UMKM.

Pembiayaan kepada koperasi melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB), insentif pajak melalui pajak penghasilan (PPh) final bagi UMKM menjadi ditanggung pemerintah. Serta, banpres produktif usaha mikro atau BLT UMKM senilai Rp 2,4 juta.

"Tujuannya agar usaha mikro dapat terus berjalan, tidak harus menutup usahanya. Program ini sudah berjalan dengan sangat baik," kata Moeldoko.

Dia menambahkan, masa pandemi juga telah menciptakan peluang percepatan digitalisasi dan inovasi teknologi di Indonesia yang dapat berfungsi untuk mendukung produktivitas masyarakat.

Percepatan digitalisasi tersebut terjadi seiring berkembangnya less contact economy atau perekonomian dengan sedikit kontak. Seperti penggunaan sistem pembayaran digital dalam melakukan transaksi hingga e-commerce.

“Peluang tersebut perlu ditangkap oleh UMKM. Kerja sama dengan platform digital untuk memasarkan produk menjadi salah satu opsi untuk dapat bertahan di era pandemi,” ujar dia.

Baca juga: Teten Bantah UU Cipta Kerja Singkirkan UMKM

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X