3 Manfaat UU Cipta Kerja untuk Rakyat Seperti yang Diklaim Jokowi

Kompas.com - 11/10/2020, 09:06 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan seorang guru asal Padang, Rika Susi Waty, melalui panggilan video dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (11/9/2020). YouTube Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo berbincang dengan seorang guru asal Padang, Rika Susi Waty, melalui panggilan video dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (11/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan sejumlah keuntungan dengan disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR. Omnibus Law Cipta Kerja merupakan RUU usulan Jokowi dan masuk sebagai RUU Prioritas Tahun 2020 dalam Program Legislasi Nasional Tahun 2020.

Pengesahan UU Cipta Kerja didukung oleh seluruh partai pendukung koalisi pemerintah. Sedangkan, dua fraksi menyatakan menolak RUU menjadi UU Cipta Kerja ini yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Tujuh fraksi partai pendukung RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi UU antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Berikut ini 3 keuntungan disahkannya UU Cipta Kerja sebagaimana yang diklaim Jokowi seperti dirangkum pada Minggu (11/10/2020). 

Baca juga: Ini 2 Penjelasan Jokowi yang Masih Simpang Siur di UU Cipta Kerja

1. Membuka lapangan kerja baru

Jokowi menyebut, UU Cipta Kerja akan mendorong tumbuhnya investasi yang masuk ke Indonesia sehingga akan lebih banyak lapangan kerja yang tersedia, terutama di masa pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap tahun ada sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru, anak muda yang masuk ke pasar kerja. Sehingga kebutuhan atas lapangan kerja baru sangat sangat mendesak, apalagi di tengah pandemi terdapat kurang lebih 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak Covid-19," kata Jokowi dalam keterangan resminya. 

Ia mengatakan, sebanyak 87 persen dari total penduduk bekerja memiliki tingkat pendidikan setingkat SMA ke bawah di mana 39 persen berpendidikan sekolah dasar sehingga perlu mendorong penciptaan lapangan kerja baru khususnya di sektor padat karya.

"Jadi UU Cipta Kerja bertujuan untuk menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya nya bagi para pencari kerja dan pengangguran. Pemerintah berkeyakinan melalui UU Cipta Kerja, jutaan pekerja dapat memperbaiki kehidupannya dan juga penghidupan bagi keluarga mereka," ucap Jokowi.

Baca juga: Ekonom soal UU Cipta Kerja: Kalau Itu Hoaks, Mana Draf Finalnya?

2. Kemudahan membuka usaha

Halaman:


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdana Melantai di Bursa, Saham Bukalapak Naik 24,71 Persen

Perdana Melantai di Bursa, Saham Bukalapak Naik 24,71 Persen

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kunci dan Tantangan Menjadi Atlet Profesional

[KURASI KOMPASIANA] Kunci dan Tantangan Menjadi Atlet Profesional

Rilis
Bukalapak Toreh Sejarah Sebagai Unicorn Pertama yang IPO, 96.000 Investor Berpartisipasi

Bukalapak Toreh Sejarah Sebagai Unicorn Pertama yang IPO, 96.000 Investor Berpartisipasi

Whats New
Defisit Perdagangan RI-China Rp 45 Triliun, Mendag: Terendah dalam 10 Tahun Terakhir

Defisit Perdagangan RI-China Rp 45 Triliun, Mendag: Terendah dalam 10 Tahun Terakhir

Whats New
Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Rilis
Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
 95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

Whats New
Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Whats New
IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

Whats New
[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

Whats New
Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Whats New
Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Whats New
Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X